Archive for the Category ◊ Sehat ◊

Author:
• Wednesday, April 18th, 2012

Mba nana cukup sering alergi, kulitnya bentol-bentol besar (biduran). Jika alerginya tidak parah, beberapa jam saja bentolnya hilang. Jika parah, bentolnya bisa sehari dua hari, ditambah bibir dan matanya bengkak. Jika demikian, maka ibu memberikan antihistamin sirup. Selama ini ibu berusaha mencari penyebab alerginya. Diantara yang sudah teridentifikasi, ikan yang tidak segar (seperti ikan asin yang kualitasnya buruk), bumbu mie instan yang pekat.

Beberapa hari ini biduran lagi, dan ibu belum menemukan pencetusnya, karena mba nana tidak mengkonsumsi ikan asin atau mie instan. Berikut ini artikel tentang biduran dari arsip milis sehat yang mungkin bermanfaat.

====
Pertolongan pada Biduran
By Admin2 on July 22, 2009 more…

Share
Category: Sehat  | Leave a Comment
Author:
• Monday, April 16th, 2012

Di awal usia kepala tiga ini, saya merasa mudah capek, baik capek fisik maupun psikis. Ho ho ho… ini tidak bisa dibiarkan, sebab masih ada si cantik dan si ganteng yang perjalanannya masih panjang insyaAllah. Dan si bos ganteng juga masih seger buger :D

Kalau sudah capek, jadi kurang bisa melayani anak dengan senyuman, sementara anak-anak masih ingin dibacakan cerita, main congklak/dakon, tapi ibunya sudah teler jadi pengennya ngomel-ngomel aja, kasian anak-anak. Ini tidak bisa dibiarkan. Saya merasa ini karena metabolisme tubuh yang tidak beres, alias ga fit.

Hmm… ini pastilah kombinasi dari kurang (ga) olahraga dan kelebihan berat badan whe heh heh… sejak melahirkan Aa sudah turun 10 kiloan, dan masih sisa 10 kilo huhuhu..

Kalau diet dengan obat-obatan ga berani, sebab menyusui, lagi pula sering mendengar kisah tragis peminum pil diet, yang tak lain tetangga sendiri. Kalau mengurangi asupan makan dengan drastis juga belum berani, sebab masih menyusui juga. Kalau memakai produk yang sedang booming titiktitiklife itu, rasanya agak gimanaa gitu dengan harganya, sementara masih banyak saudara dekat dan tetangga yang lebih membutuhkan alokasi uang tersebut :(

Berarti pilihan satu-satunya harus workout, olahraga dan pola makan sehat. Saya mulai dengan senam ringan, senam jantung sehat dan senam lansia bersama nenek-nenek. Selain bisa gaul dengan mbah-mbah lucu itu, juga tidak risih ikut senam, sebab mbah-mbah bajunya sopan-sopan dan tidak sedang bersaing untuk menguruskan badan. Mbah-mbah itu kadang menggunakan kesempatan senam untuk hangout ketemu temen-temennya, menghilangkan stres katanya, lucu ya… Akibat senam bersama mbah-mbah ini, saya jadi termotivasi untuk senam rutin, bisa dilakukan juga dirumah dengan video mbak(h?) Berty Tilarso =) Lama-lama akan makin senang olahraga..

Sedang jika ikut senam di gym, meski khusus perempuan, maka bajunya itu astaghfirullah, seperti baju senam orang bule :( dan juga pembicaraan yang sengit tentang target penurunan berat badan. Belum lagi aerobicnya high impact yang kurang cocok bagi saya yang baru operasi.

Kalau sudah begini, ada obsesi terpendam (thumuhat aja ya.. biar jadi obsesi mulia) untuk mengelola sanggar senam khusus muslimah, apalagi kalau saya bisa jadi salah satu instrukturnya juga. Mungkinkah? hemmm… kita lihat tujuh tahun lagi (lama nian), insyaAllah.

Share
Category: Sehat, Thumuhat  | Leave a Comment
Author:
• Thursday, March 22nd, 2012

Ini bukan sekedar P3K, tapi perangkat pertolongan pertama yang menurut hemat saya penting dibutuhkan di rumah, baik untuk orang dewasa maupun balita. Please note, catatan ini bukan resep atau petunjuk dokter, just personal experinces.

  1. Paracetamol anak sediaan sirup, apalagi anak2 saya susah minum obat, jadi sirup yang manis cukup membantu =) Biasanya 1 sendok takar 5ml mengandung 120mg paracet.
  2. Paracetamol dewasa pil, ini terutama untuk saya yang kerap migren :( 1 pil umumnya mengandung 500mg paracet.
  3. Madu, saya suka yang sudah tercampur habbat biar ga makan ini itu satu2 berasa banyak :D madu bisa yg madu murni, propolis, royal jelly. Oh iya, tips membuat sendiri campuran madu habbat adalah 1:3, misalnya 1/4 botol diisi bubuk habat, 3/4 botol dipenuhi dengan madu. Resep ini saya dengar dari dokter pengisi materi kesehatan di Radio Dakwah Islamiyah yang keren itu loh =) Tapi saya belum pernah bikin sendiri, sebab yang sudah campuran banyak di pasaran.
  4. Syrup gurah anak (produksi Al Afiat), biasanya saya pakai khusus jika mba nana demam batpil. Alhamdulillah selama ini cocok jika mba nana demam batpil terbantu mempercepat pemulihan. Isinya sebenarnya madu propolis & royal jelly ditambah rempah seperti habat, jahe, temulawak, kencur. Sebenarnya ini adalah resep dari ibu saya kalau anak panas/batpil. Kencur diparut, diperes campur madu. Atau kunyit diparut, peres campur madu. Jadi ini adalah versi industri alias cari praktis dari resep ibu. Subhanallah wisdom ortu2 kita teh =)
  5. Sari kurma, ini makanan yang lembut dan berkalori tinggi. Cocok untuk pertolongan pertama jika habis muntah, atau habis pingsan dan membutuhkan kalori tinggi yg gampang dikunyah/telan dan dicerna usus. Dan bagi ibu menyusui, sari kurma helpful kan =)
  6. Minyak but-but, yang ini ahoy buat mengoles gatal2, digigit serangga, kaki pecah2, dan sejenisnya. Pernah saya dan mba nana kena pinjal (dari kucing yg melahirkan), gatel2 digaruk lecet, dioles pake but-but Alhamdulillah terbantu. Mba nana sebut ini minyak brut brut :D
  7. Minyak herba jawi 99, sodaranya but-but yang pecah kongsi (nggosip). Tetapi yang ini peruntukkan nyeri sendi, pegel-pegel. Saya kadang-kadang memakai untuk memijit telapak kaki sebelum tidur jika penat setelah seharian beraktifitas, apalagi jika banyak berdiri.
  8. Minyak sereh, minyak kayu putih, balsem anak. Saya tidak rutin mengoles minyak kayu putih untuk anak setelah mandi. Minyak-minyak ini saya pakai jika udara terasa lebih dingin atau berangin. Atau digunakan bersama dengan baby oil (boleh juga olive oil) untuk pijat bayi/anak, sehingga sekaligus menghangatkan badan. Untuk dewasa minyak anget2 bisa dicampur lotion atau olive oil untuk massage =)
  9. Betadine, plester, kasa, sabun detol. Untuk P3K jatuh2 dan sejenisnya.

Jika kebertahapan pertolongan pertama belum mencukupi, maka perlu ke tenaga medis yang bisa menolong insyaAllah =)

Mohon maaf sebut merek, bagi merek lain yang banyak sekali variannya, mohon maaf juga tidak tercantum disini sebab sejauh ini saya sudah cukup dengan produk diatas. insyaAllah produk merek lain bagus-bagus, dan rejeki tak akan kemana (iya tak) :D .

Share
Category: Sehat  | Leave a Comment
Author:
• Wednesday, October 20th, 2010
Pengalaman tidak mengenakkan nyeri pinggang (Low Backpain/lage rugklachten)
*yang dituliskan disini bukan resep/anjuran medis loh, resiko pembaca diluar tanggungan penulis ^^*
Sudah dua tahun terakhir ini saya mengalami nyeri pinggang, sepertinya lebih dari dua tahun, hanya saja yang kerasa mengganggu dua tahun terakhir ini, sebelumnya dicuekin saja. Sebenarnya tubuh kita punya mekanisme sendiri, rasa sakit misalnya, menjadi alarm rasa sayang bahwa ada sesuatu yang salah, tidak harus perawatan yang heboh, mungkin saja degenerasi fungsi tubuh tanda-tanda kurang olah raga, makan tidak seimbang, kurang atau kelebihan tidur, atau tanda-tanda penuaan ^_^ sebaliknya bisa saja peringatan tubuh itu menunjukkan hal-hal yang benar-benar tidak baik sedang terjadi.
Dua tahun ini nyerinya menjadi-jadi, kalau sudah begitu tidak elastis bergerak, dipake jalan sakit, dipake berdiri sakit, dipake duduk sakit, dipake berbaring juga tidak bisa elastis gerakannya. Kalau sudah begini jadi ingat anak masih kecil, masih perlu digendong2, perlu lari-lari, masak ibunya sudah KO. Kadang nyerinya datang beberapa bulan sekali, namun sejak tinggal di negara bersuhu dingin (jauh lebih dingin dari tempat kelahiran kota Batu, maupun tempat tinggal kota Bandung), maka nyeri pinggangnya semakin intensif, kadang datang tiap bulan atau tiap minggu. Ini sudah diluar kemampuan diri sendiri mengatasi, need help :(
Maka beberapa bulan lalu, untuk pertama kalinya saya manfaatkan asuransi, berkunjung ke dokter. Kalau di Belanda, berkunjung ke dokter dengan membuat janji sebelumnya (hari dan jam), mungkin ada baiknya juga ya, agar tidak ngantri lama dan terpapar virus si sakit yang lain di tempat berobat (Nosocomial Infection), tapi kalau sedang nyeri-nyerinya jadi malas membuat janji, belum tentu hari itu juga, akibatnya ya malas lagi kedokter dan ditunda-tunda. Dan kunjungan pertama adalah ke dokter umum, tidak langsung dokter spesialis. Tetapi untuk dokter kampus (TU Delft) saya ga pake bikin janji loh, langsung datang dan dilayani :D Sebelumnya dari rumah sudah saya siapkan selembar kertas berisi apa saja keluhan, kapan dirasakan, riwayat melahirkan,hal-hal yang dirasa perlu/berhubungan, khawatir melupakan hal-hal penting.
Dokter kemudian melakukan serangkain tes untuk menguji kelenturan pinggang dan panggul, mungkin untuk menentukan pula perlu tidaknya rontgen. Kesimpulan awalnya, terjadi ketidak seimbangan otot panggul dan perut, mungkin ketika hamil beban di perut membuat otot2 punggung dan pinggang tegang turut menahan beban, setelah anak lahir, otot perutnya tidak dilatih/terlatih sehingga kendor (selulit itu loch) sehingga tidak seimbang lagi dengan pinggang dan punggung, otot2nya tidak kembali ke tempat semula. Dan ini diperparah dengan profesi atau kebiasaan. Dulu sebagai orang IT kebanyakan ya di depan komputer, duduk dengan posisi sama (yang bisa saja salah) selama berjam-jam, kemudian juga bagi yang suka nyetir (mobil ataupun motor) tanpa kerasa tubuh di posisi yang sama berjam-jam. Maka tegangan demi tegangan kita bebankan kepada tubuh bagian belakang. Kira-kira beginilah struktur bagian tubuh belakang (dikutip dari mayo clinic)
“Your backbone (vertebral column) is actually a stack of more than 30 bones called vertebrae. Together they create a bony canal that surrounds and protects your spinal cord. Small nerves enter and exit the spinal cord through spaces in your vertebrae. The vertebrae are held together by muscles, tendons and ligaments. Between the vertebrae are intervertebral disks, which act as shock absorbers by preventing the vertebrae from hitting one another when you walk, run or jump. The intervertebral disks also allow your spine to twist, bend and extend. The lower back — which carries most of your weight — is the site of most back pain.”
Kalau dibaca terus, maka ada

*yang dituliskan disini bukan resep medis loh, resiko pembaca diluar tanggungan penulis ^^*

Sudah dua tahun terakhir ini saya mengalami nyeri pinggang, sepertinya lebih dari dua tahun, hanya saja yang kerasa mengganggu dua tahun terakhir ini, sebelumnya dicuekin saja. Sebenarnya tubuh kita punya mekanisme sendiri, rasa sakit misalnya, menjadi alarm rasa sayang bahwa ada sesuatu yang salah, tidak harus perawatan yang heboh, mungkin saja degenerasi fungsi tubuh tanda-tanda kurang olah raga, makan tidak seimbang, kurang atau kelebihan tidur, atau tanda-tanda penuaan ^_^ sebaliknya bisa saja peringatan tubuh itu menunjukkan hal-hal yang benar-benar tidak baik sedang terjadi.

Dua tahun ini nyerinya menjadi-jadi, sehingga tidak elastis bergerak, dipake jalan sakit, dipake berdiri sakit, dipake duduk sakit, dipake berbaring juga tidak bisa elastis gerakannya. Kalau sudah begini jadi ingat anak masih kecil, masih perlu digendong2, perlu lari-lari, masak ibunya sudah KO. Kadang nyerinya datang beberapa bulan sekali, namun sejak tinggal di negara bersuhu dingin (jauh lebih dingin dari tempat kelahiran kota Batu, maupun tempat tinggal kota Bandung), maka nyeri pinggangnya semakin intensif, kadang datang tiap bulan atau tiap minggu. Ini sudah diluar kemampuan diri sendiri mengatasi, need help :(

Maka beberapa bulan lalu, untuk pertama kalinya saya manfaatkan asuransi, berkunjung ke dokter. Kalau di Belanda, berkunjung ke dokter dengan membuat janji sebelumnya (hari dan jam), mungkin ada baiknya juga ya, agar tidak ngantri lama dan terpapar virus si sakit yang lain di tempat berobat (Nosocomial Infection), tapi kalau sedang nyeri-nyerinya jadi malas membuat janji, belum tentu hari itu juga, akibatnya ya malas lagi kedokter dan ditunda-tunda. Dan kunjungan pertama adalah ke dokter umum, tidak langsung dokter spesialis. Tetapi untuk dokter kampus (TU Delft) saya ga pake bikin janji loh, langsung datang dan dilayani :D Sebelumnya dari rumah sudah saya siapkan selembar kertas berisi apa saja keluhan, kapan dirasakan, riwayat melahirkan,hal-hal yang dirasa perlu/berhubungan, khawatir melupakan hal-hal penting. Kata dokternya andai saja pasien2 membuat catatan seperti ini (wah ya klo lagi sakit banget ya mana sempet dok :D :D:D).

more…

Share
Author:
• Wednesday, January 27th, 2010

Dari kecil saya paling mudah batuk, pergantian musim batuk,  kebanyakan main/menghirup debu batuk, dan parahnya, batuknya sering nongol pas ujian, dulu namanya EHB (Evaluasi Hasil Belajar) waktu SD, SMP ganti metode semesteran, SMA juga semesteran.  Batuknya tak kunjung reda sebab kebiasaan buruk saya yang sulit kompromi dengan batuk, misalnya meski batuk, makan goreng-gorengan, minum dingin-dingin.  Alhasil, daripada menganggu teman sekelas yang sedang ujian, kalau batuknya amat tak bisa ditahan, saya minta ijin ditempatkan di ruang khusus sendirian, boleh juga ditemani pengawas ujian.  Asal saya bisa batuk sepuasnya, menahan batuk muka bisa sampe memerah dan capekkk dehh.  Tetapi semakin beranjak besar, batuk saya semakin sangat jarang, hanya kalau flunya parah jadi lari ke batuk.

Namun di Belanda, saya jadi mudah batuk, ganti musim batuk, apalagi musim gugur dan dingin ketika suhu mulai mendingin, maka saya gampang sekali batuk.  Puncaknya pas ujian akhir semester kemarin, di kelas saya batuk-batuk saja, waduh kasian yang lain terganggu, mereka pada ketawa (dan kasian kayaknya he..he..), mau minta ruangan lain ya tidak semudah seperti dulu, sebab mereka harus arrange tempat, dan itu harus direncanakan, wah repots.. jadilah saya dipojok mengerjakan ujian tiga jam dengan diselingi batuk-batuk, meskipun sudah membawa satu bungkus permen fisherman dan sebotol air  mineral.  Teman saya Zhang memberi tahu obat China, semacam multivitamin dari sari  madu dan tetumbuhan serta rempah-rempah.

Tetapi batuk-batuk disini seperti ‘aib’ kerasa banget ga enaknya sama orang lain.. sebab biasanya hanya satu (saya sendiri) yang batuk-batuk, yang lain kok sehat-sehat ya he..he.. Sewaktu di kereta dari Eindhoven ke Delft (1,5 jam) di tengah jalan mulai deh gatal-gatal batuk, dan tidak berhenti-berhenti sekitar 15 menit, itu tatapan orang wadawww.. mungkin mereka takut saya membawa virus berbahaya, mereka terlihat merasa tidak nyaman, dan khawatir.  Saya tidak tahu kenapa, di Belanda ini orang memang jarang atau sulit jatuh sakit, tetapi kalau sakit lama pula sembuhnya, mungkin karena disini sedikit terekspos matahari, tidak seperti di daerah tropis matahari sepanjang tahun, matahari membasmi penyakit, subhanallah!

Dengan cuaca disini, mau tidak mau saya harus belajar hidup teratur, sebab batuk-batuk disini akibat tidak berbuat baik kepada tubuh sendiri.  Disini dingin sekaligus kering, konsekuensinya minum air putih harus lebih banyak (lah ini suka lupa hayo), kemudian keluar di musim dingin selain memproteksi tubuh, tangan, kaki, jangan lupa tenggorokan, walah sepanjang musim dingin saya keluar belum pernah pakai syal he..he.. (ngawur banget), tenggorokan itu yang penting di proteksi, sebab mudah sekali kering kemudian infeksi tenggorokan kemudian virus-virus bekerja, berkumpulah lendir-lendir, dan gatal dan batuk.  Kemudian sebelum menyalakan pemanas ruangan jendela sebaiknya dibuka kira-kira 1 jam agar udara luar masuk, baru ditutup dan nyalakan pemanas ruangan, sebab jika tidak maka udara di dalam rumah akan sangat kering, dan gampang memicu tenggorokan kering.  Kemudian juga sediakan baskom air dekat pemanas, atau handuk basah, agar sedikit melembabkan.

Kebayang dari surga bohemian di pulau tropis nan indah harus melatih diri hidup teratur dan sangat ‘prepare’.  Oke..tidak ada pilihan lain, saya harus sehat, sebab setiap minggunya tak kurang 80 halaman paper harus dituntaskan. Bismillah ^_*

Share
Category: Hidup di Belanda, Sehat  | Tags:  | 2 Comments
Author:
• Wednesday, March 25th, 2009

Ini bukan tulisan ilmiah, anggap saja ‘curhat’ konsumen yg rada panjang, jadi harap bersabar he..he… Saya adalah ibu muda dari satu putri yang menjelang dua tahun. Sebelumnya, masa kecil saya di sebuah kota kecil nan indah dan sejuk di lereng pegunungan di Batu, Jawa Timur. Kemurnian masa kecil yang menyenangkan, blessing in disguise, di tengah keluguan dan keawaman orang tua dan penduduk kampung saya, ternyata setelah saya sekarang mengenal teori ‘tumbuh kembang’ Piaget, Vygotsky, Bruner, Bloom dll.. saya mendapatkan sebuah nuansa masa kecil yang sekarang disebut sebagai ‘Pendidikan Holistik Berbasis Karakter’.

Udara yang sejuk, nyaris tak berpolusi, kebun-kebun apel dan sayuran membentang, aneka permainan yang menantang di banyak lapangan dan tempat yang sekarang disebut ‘outbound’. Lingkungan yang ‘manusiawi’ lugu, beban stressing tidak terasa. Mungkin itu sebabnya, nyaris kami sekeluarga tidak pernah yang namanya ‘nginep’ di Rumah Sakit. Belum pernah ada anggota keluarga kami pada masa-masa itu yang Rawat Inap, ALhamdulillah. Kalaupun sakit, itu yang ringan-ringan saja. Biasanya dengan makan enak dan tidur nyenyak saya bisa bermain lagi dengan teman-teman.

more…

Share
Category: Parenting, Sehat, Tafakur  | Tags: ,  | 9 Comments
Author:
• Wednesday, April 25th, 2007

Eleuh medis banget istilahnya, ini saya telusur di internet, karena sejak kemarin tangan mengalami kesemutan, terutama tangan kanan dan paling terasa di kelingking kanan.

Teringat sebuah liputan tentang para pekerja komputer yang sering mengetik, menekan tuts keyboard atau memakai mouse, secara ergonomi hardware, memang kelingking kanan paling jarang difungsikan, letaknya di tombol titik koma dan (shift) titik dua. Akibatnya kelingking kanan mengalami perlemahan fungsi, sementara jemari lainnya mengalami stres karena tensi yang terlalu sering. more…

Share
Category: Sehat  | Leave a Comment
Author:
• Tuesday, March 27th, 2007

Berbagai kandungan vitamin, mineral, karbohidrat dan sedikit lemak dari pisang, memberikan kemanfaatan yang besar untuk kebutuhan medis.

Anemia : Kandungan besi yang cukup tinggi pada pisang dapat menstimulasi produksi hemoglobin dalam darah untuk membantuk kasus anemia. more…

Share
Category: Sehat  | One Comment