Inilah tempat meluapkan sesuatu yang dipendam.
Dia seolah-olah mendengarkan dengan empati. Â
Dan dia memberikan tanggapan atau diam saja tepat sesuai yang kuinginkan. Â
Dia teman imajiner, untuk menahan amarah atau kekesalan
yang tidak mempunyai tempat dikeluarkan.
20 Jan 2012 | By ibu didin
Category: Tafakur
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
Baca Juga
Leave a Reply

