Mba nana, penapak jejak Mutiara paling indah di Madinah (Rasulullah saw), gadis kecil ibu ini orangnya hati-hati, cocok jadi ilmuwan (amiiiinnnn), kalau enggak, curigaan cocok jadi detektif
Tidak mau mencoba sesuatu yang dia tidak benar-benar yakin. Tidak suka tampil di depan umum dan cuek. Suka bernyanyi dan menari. Cepat kalau menirukan lagu anak-anak, gerakan2 senam, dan tarian2. Tapi tersiksa banget kalau disuruh duduk lama mewarnai. Baru dua kali datang ke les menggambar sudah ibu berhentikan. Teman2nya sunyi senyap menggambar, dia ngoceh sendiri dan terlihat bosan.
Manjanya ke ibu itu loh… masyaAllah… baru berhenti bilang íbu mau enen dulu’ sejak adeknya lahir. Pipis, eek, makan, harus sama ibu, mau tidur harus dikelonin & baca cerita, bangun tidur panggil2 ibu, belajar harus sama ibu, sedikit2 dicek ibu ada atau tidak. Ya wis gapapa, sepanjang ibu mampu, ibu akan melayani mba nana, cuman kalau ibu ada urusan yang lebih urgen, ya sori dori mori, mba nana harus ditata keinginannya.
Suaranya merdu, bicaranya perlahan dengan kosakata yang jelas, menggunakan bahasa Indonesia yang agak EYD. Sebagai anak di usia 4 tahunan, maka dia tergolong culun, polos pisan, dibanding anak-anak Indonesia seusianya yang terlihat lebih matang. Teman-temannya sudah bisa memainkan gunting dengan cekatan, menulis dengan rapi (ini diajarin sejak usia berapa ya?).
Ibu ga sampai hati melepas dia di ‘kehidupan sebenarnya’, anakku culun banget
Kalau lagi diem, suka ketawa-ketawa sendiri, mengingat hal-hal lucu ditayangan yang dia tonton. Kalau ibu tanya, kenapa ketawa mba nana? itu gogok ngepel lantai di shaun the sheep. Kalau dulu suka ketawa2 inget adegan tupai dan pluto di mickey mouse. Anak yang aneh
Kalau teman-temannya berebutan salam ke bu guru, dia akan tersrundul2 sampai paling belakang, gitu ya malah ketawa2 kegirangan, dikira temen2nya main2 kali ya… Atau kalau teman2nya berebut mengambil balok2 ke depan kelas, dia dengan santenya menunggu paling belakang. Waduh nak, hidup di Indonesia itu keras, penuh kompetisi! Ya wis lah, pokoknya mba nana selamet dunia akherat, ngalahan juga gapapa, mudah2an bisa jadi akhlak mulia.
Aa Bagdja, hamba Ar-Rahman (Ibadurrahman) yang salah satu karakternya berjalan di muka bumi dengan rendah hati (QS.Al Furqan:63-68). Baru tiga bulan lebih sedikit usianya, anaknya kalem lem.. Subhanallah, prihatin tidak menyusahkan ibu. Dibawa kuliah, dakwah, ngurus ini itu. Dua minggu kelahirannya ibu dalam stressing tinggi menyelesaikan tesis. Dan Allah meringankan ibu dengan Aa yang tidak rewel, tenang, anteng. Usia dua bulan dibawa terbang lintas benua, anteng tidak menyusahkan ibu. Sampai sekarang, anteng dan suka senyam senyum. Alhamdulillah.. semoga ketenanganmu ini adalah bekal menjadi seorang álim (yang berilmu).
Allah… perjalanan ini masih panjang untuk mengantarkan titipan-Mu menjadi hamba2-Mu yang taat beribadah, berilmu, dan siap diwakafkan untuk kebangkitan ummat. Berilah umur dan kesempatan untuk mengasuh anak2, lindungilah keluarga ini ya Allah. Amiinnn
Recent Comments