Enhancing your intelligence-skill-fitness EVERY DAY:
>>> min. 2 x 15 minutes reading Qur'an
>>> min. 2 x 30 minutes reading Books
>>> 1 x 30 minutes Workout/Gym
>>> min 30 minutes writing
Betapa banyaknya karunia Allah, satu juga belum tamat disyukuri, datang lagi karunia yang lain, belum lagi yang tidak terlintas di mata atau terbersit di fikiran.. Alhamdulillah…Alhamdulillah..Alhamdulillah…
Semua perkuliahan saya sudah tunai dilaksanakan, tinggal menyelesaikan master tesis dan defense, insyaAllah semoga bulan Agustus setelah melahirkan dapat defense sesuai rencana, itu artinya, pekerjaan2 tesis masih harus dikerjakan sambil menanti kelahiran dan sesudah kelahiran. Kemarin sempat ada kendala 3 ECTS mata kuliah quantitative research model yang belum lulus di TU Eindhoven, Alhamdulillah dapat diganti dengan mata kuliah sejenis yang secara tidak direncanakan diambil di TU Delft. Dengan rekomendasi positif profesor pengajar quantitative research model di TU Eindhoven, komite Exam menyetujui request of exemption saya sehingga tuntas sudah semua mata kuliah di TU Eindhoven. Sudah dua kali profesor yang terkesan strict itu membantu saya, and indeed he’s smiling a lot to me. =) senengggg dechhhh.
Request for maternity leave saya juga disetujuai, Alhamdulillah…. ini artinya selama off saya tidak harus membayar SPP, jadi jika ada kemungkinan extend maka saya mempunyai cadangan SPP untuk dibayarkan (dari cuti yang tidak dihitung). Tapi mudah2an insyaAllah ga extend ya amiinn aminn..aminn …. Padahal beberapa bulan lalu ketika disarankan supervisor yang baik hati itu untuk mengajukan maternity leaves tidak disetujui oleh international office, mereka bilang tidak punya kasus dan klausul seperti itu, jadi meteran SPP jalan terus. Tapi supervisor saya tidak percaya, kebetulan partnernya juga sedang hamil anak kedua (anak pertamanya juga seumuran mba nana), partnernya ini juga student dan akan melahirkan juni, jadi dia juga mengambil maternity leaves. Setelah supervisor telepon kesana kemari, akhirnya ketemu orang yang punya otoritas dan saya bisa mengajukan maternity leaves, Alhamdulillah. Supervisor saya berargumen, kalaupun saya rencana lulus tepat waktu, tetap ambil aja cuti melahirkan, tidak ada salahnya toh, biar tidak setres juga, mengerjakan tesis dengan lebih tenang, dan mau lulus kapan saja di waktu yang kamu sukai, karena urusan SPP sudah ter-back up. Iya bener juga… nothing to loose.. why not..
Agaknya memang benar, Allah sudah mengatur rizki untuk masing2 manusia, termasuk rizki adiknya mba nana, dengan kemudahan2 yang banyak ibu dapatkan sepanjang kehamilan Alhamdulillah lancar tidak ada masalah berarti, dan banyak kebaikan2 lain yang ibu dapatkan menjelang kelahirannya. Semoga selamanya Allah menjadikanmu berkah bagi banyak orang nak.
Ada seorang wanita mulia, pengusaha sukses dizamannya. Kecemerlangan pikiran dan kemampuan intelektualnya membawa bisnisnya berkembang sampai ke Yaman dan Syiria. Dialah orang yang pertama beriman, Khadijah binti Khuwailid ra.
Wanita yang kedua adalah sosok wanita kuat, pendukung dakwah Islam, pengobat hati dan luka Rasulullah Muhammad SAW, kedermawanannya pada fakir miskin menjadi sejarah. Dialah Fathimah binti Rasulullah SAW. Dizamannya lazim seorang ibu dibantu oleh khadimah (pembantu). Namun ia menangani urusan rumah dan anak-anaknya tanpa khadimah, melainkan dibantu kekuatan hati dengan dzikir yang diajarkan ayah tercintanya.
Wanita ketiga adalah wanita cerdas luar biasa. Dia laksana lautan dalam ilmu dan taqwa. Dialah rujukan para shahabat yang bertanya tentang ilmu, setelah wafatnya Rasulullah. Dialah Aisyah ra, guru dari generasi terbaik sepanjang masa, yang muridnya tersebar ke seluruh penjuru dunia.
Wanita keempat adalah seorang delegasi Islam ke luar negeri, bersama suaminya ia turut menjelajah dunia. Kemampuannya berdiplomasi bahkan pada pemimpin negara. Dialah Ummu Salamah yang pada akhirnya juga menjadi istri Rasulullah SAW.
Sahabat Fahima, peran muslimah tak pernah terkungkung zaman. Dari dulu sampai sekarang muslimah adalah sosok dengan banyak peran. Kita bisa lihat contoh shahabiyah yang pengusaha handal, aktivis sosial kemanusiaan pengentas kemiskinan, guru terbaik, diplomat, dokter, mereka juga turut berperang bersama Rasulullah dan kaum muslimin.
Sungguh, muslimah adalah sosok dengan banyak peran. Peran sebagai individu, anak, istri, ibu, pelajar, pekerja, aktivis, pengusaha, dan aktivitas sosial lain ditengah masyarakat. Para shahabiyah mengajarkan kepada kita untuk berkiprah mengoptimalkan kapasitas diri juga menjaga kelancaran urusan rumah tangga, dan tentu saja mendidik anak-anak menjadi generasi gemilang kebanggaan umat. Masya Allah betapa mulianya.
Jangan berpikir sulit, mari kita coba merencanakannya dengan manajemen waktu dan peran. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan peran yang kita miliki. Yang penting adalah “Do The Best”, selalu berusaha melakukan yang terbaik.
Berikut ini beberapa hal yang mungkin dapat bermanfaat dalam manajemen waktu dan peran muslimah :
Memiliki perencanaan hidup dan target waktu
Memiliki perencanaan waktu rutin
Memiliki prioritas dalam beraktifitas
Memiliki kebiasaan baik : tidak menunda pekerjaan, tidak menghabiskan waktu untuk hal yang tidak penting
Memiliki waktu khusus untuk menimba ilmu dan mendidik diri
Memiliki waktu khusus yang menjadi `sumber energi`
Sahabat Fahima, seringkali kita dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit dalam hidup kita. Manakah yang harus kita prioritaskan?
Contoh sederhananya, dalam membuat cake, apa yang dimasukkan lebih dulu? biasanya mentega, gula, dikocok dulu..lalu masukkan telur.. kocok lagi..lalu terigu..lalu masukkan oven dan jadilah cake-nya .
Namun bagaimana bila urutannya terigu dulu, lalu mentega, kemudian gula, telur, bayangkan sulitnya mencampur dan mengocok semua bahan tersebut hingga rata. Dan bisakah jadi cake-nya? Kemungkinan akan bantat…
Demikianlah manajemen prioritas berlaku dalam hidup kita. Bila prioritas tidak tepat, bikin kue saja gagal.. begitu pula hidup kita.
Saat ini kita juga sama-sama menyaksikan, bahkan mengalami bagaimana skala prioritas yang dibuat dan dilakukan pemerintah Jepang dalam menghadapi masa-masa sulit pasca musibah 11 Maret kemarin. Begitu reaktor nuklir mengalami kerusakan, evakuasi warga diprioritaskan. Safety first. Sehingga kita sama-sama berharap, dengan manajemen prioritas yang tepat, kemaslahatan manusialah yang akan tercapai.
Senin kemarin laporan ke supervisor tentang progres tesis dan approval beberapa dokumen nilai & mata kuliah, terutama butuh supervisi çerdas’nya. Hasilnya, bab 2 theoretical framework disempurnakan, ini memang bab paling berat, klo lolos yg ini insyaAllah bab2 yang lain tinggal mengikuti, istilahnya di bab 2 adalah membuat pola (framework). I’ve already spent two or three months for this chapter, kesulitannya memang ini non-engineering, development sociology nya Norman Long, jadi rada babak belur switch dari well-trained engineer menjadi scientist yang bermain lebih di level abstraksi & teori.
Untuk diselesaikan dalam seminggu – dua minggu ini (jangan sampai lebih):
1. Actors analysis (actors are heterogeneous)
- Discourse (practices, standpoints: social, evalutive, and cognitive)
Malam hari waktu Belanda, abah yang masih begadang tergopoh2 mengabarkan ustadzah Yoyoh meninggal di rumah sakit. Innalillahi wa inna ilaihi rajiún… sejenak kemudian abah mengabari beliau meninggal karena kecelakaan. Sejak itu kami terus mengupdate berita lewat internet. Adik saya yang di Bogor juga mengirimkan SMS berantai yang sudah menyebar.
Ustadzah Yoyoh memang menggetarkan, meski tidak mengenal secara langsung, tapi ikatan aqidah dan hati yang membuat seolah-olah beliau adalah orang dekat. Saya ingat abah pernah menyatakan kekagumannya kepada Ustadzah Yoyoh, daíyah, menguasai bahasa Arab, menghafal qurán, menghafal hadist, meski sederhana dalam pilihan busana, wajah tanpa make up, tapi penampilannya selalu segar, dihiasi senyum. Abah menyatakan bahwa itulah sosok akhwat yang ideal, tanpa banyak polesan topeng, tapi kelebihannya dalam iman, takwa, ilmu, dan amal itulah yang akan membedakan.
*wadezig jadi ibu kumaha nie bah???*
Abah benar semuanya, beliau sosok teladan muslimah jaman ini, apik, rapi, pandai mengelola urusannya, amanah-amanahnya tunai diemban. Peran peradaban sebagai istri dan ibu sukses dikelola, buktinya? 13 anak yang insyaAllah shalih shalihah, 6 diantaranya hafizh Qurán. Peran dakwahnya jalan terus, amar ma’ruf nahi munkar ga ada matinya, berdakwah, amanah di partai, hingga amanah sebagai wakil rakyat di DPR 3 periode berturut-turut. Semua misi tertunaikan, tanpa melalaikan amal ibadah penghambaan kepada-Nya. Tilawah tiga juz perhari (subahanaLlah tiga juz perhari), menambah hafalan, tahajud dan ibadah lainnya. Kesaksian tentang sosok almarhumah dituliskan oleh teh Pipit Senja, dapat dibaca disini.
Dalam penggalan kultwit http://twitter.com/#!/ridlwanjogja, Ustadz Hilmi memberikan sambutan di acara pemakaman ustzh.Yoyoh:
48. Sambutan keluarga diwakili KH Hilmi Aminuddin. Terbata-bata. Sembab. Ini saya kutipkan petikannya.#Bunda
49.“Saya dapat ucapan takziah dari seluruh dunia” ujar Hilmi. Dari jalur Gaza, mujahidin Palestina semua berdoa utk almarhumah. #Bunda
50.“Kehilangan Yoyoh adalah kehilangan bagi dakwah internasional. Pasukan perdamaian TNI di Darfur Sudan juga kirim takziah. #Bunda
51. Yoyoh menjadi anggota dewan 3 periode sejak 99. Pernah di komisi pendidikan, agama, terakhir di komisi 1 militer dan intrnasonal. #Bunda
52.Yoyoh berhasil membawa bantuan masy Indonesia ke jalur Gaza. Membantu buat rumah sakit di Gaza dan lobi perdamaian Sudan #Bunda
53. Hilmi menjadi sentimental ketika cerita perkenalannya dg Yoyoh . Bedrulang-ulang usap airmata. #Bunda
54. “Saya kenal sejak pertengahan 80-an, saat beliau masih mahasiswi IAIN Ciputat” kata Hilmi #Bunda
55. Tak hanya mendengarkan ceramah, Yoyoh komitmen untuk ikut dalam gerakan dakwah. Dia tak hanya mendengar tapi berbuat. #Bunda
56. “Ketika sy dipenjara Soeharto Orba 2 tahun, dia sabar terus dakwah. Keluar penjara, saya dilapori perkembangan dakwah. #Bunda
57.”Suatu saat Yoyoh bilang , ustad saya diminta menikah oleh ortu. Tolong carikan calon” #Bunda
58.”Saya cari yang siap nikah sesama aktivis dakwah. Terserah ustad.” #Bunda
59. Majulah Budi Darmawan. Saat lapor ortu di Bandung, bahkan tak tahu nama lengkapnya. Siapa calonmu ? Yoyoh.Saya belum prnah ktemu. #Bunda
60. Restu ortu hadir. Dua mhsw itu dinikahkn. Hilmi melamarkan ke rumah ayah Yoyoh, KH Abdus Somad di Tangerang #Bunda
61.Menurut Hilmi, sejak tahun 84 itu hingga kemarin, Yoyoh tak pernah mengeluh sedikitpun menerima amanah. #Bunda
62.Ketika ditugaskan ke luar negeri juga tak ribut cari uang saku. Bahkan nombok. Tak risau tinggalkan keluarga. #Bunda
63. Saat hadiri acara wisuda @bangumar sampai akhirnya kecelakaan, juga bukan mobil negara. Tak mau dibiayai tiket pesawat.#Bunda
64. Hilmi : 13 putra-I nya semua salih dan shalihah. Paduan sejati antara wanita karir dan ibu rumah tangga. juga istri berbakti #Bunda
65. Posisi di DPR hanya wasilah dakwah. Sarana dakwah. Tak menonjol tapi amanah. Semua lpj keuangan rapi. Semua tgs komisi selesai. #Bunda
Rupanya Allah membukakan hikmah yang banyak dibalik takdir-Nya saat ini saya dan keluarga menjalani episode hidup dan studi di Eropa, tepatnya di Belanda.
Setelah melihat, merasakan, dan mengalami sendiri, di tengah masyarakat barat yang sedang memenangkan peradaban, salah satunya dalam wujud jurnal yang katanya ilmiah berjubel banjir-banjir, Alhamdulillah saya mulai bisa memilah dan memilih ilmu-ilmu yang bermanfaat, jujur, dan orisinil, dan yang bisa dibuat-buat atau difabrikasi.
Entah bagaimana mengungkapkannya, tapi dengan membaca sekian jurnal2 dan text book, mengamati masyarakatnya, merenungkan, maka tidak semua informasi yang banjir itu bermanfaat. Dengan mengalami sendiri kehidupan di ‘pemenang peradaban’ saat ini mungkin saya bisa lebih jernih merenungkan kejadian-kejadian, hal-hal yang baik dan yang buruk dapat ditimbang dengan lebih ‘fair’. insyaAllah semuanya ini akan menjadi bekal mengasuh & mempersiapkan anak-anak, serta amunisi untuk kerja-kerja nyata di masyarakat.
Hal yang baik salah satunya, ghiroh atau semangat keilmuwanan saya lebih terpupuk disini, mungkin karena akses, akses terhadap ilmu relatif lebih mudah, baik perpustakaan, arsip, jurnal, dan koneksi internet yang besar/cepat/murah. Pada saat yang sama, saya tidak lagi terlalu wouw dengan pencapaian keilmuwan barat, karena borok2 lingkungan & produk akademisnya juga sudah tahu Yang jelas menuntut ilmu lebih dari sekedar gelar, lebih dari sekedar pencapaian karir, menuntut ilmu adalah untuk kemanfaatan dunia dan akherat, terutama kalau menjadikan semakin rendah hati, semakin taat beribadah pada-Nya, dan menjadi bahan bakar untuk menyempurnakan amal kebaikan. Di usia berapapun tuntulah ilmu ibu! okay okay…..
Hal baik lain adalah, ghiroh untuk belajar bahasa menjadi tinggi. Ternyata bahasa itulah kunci-kunci pembuka ilmu. Masyarakat Belanda yang seuprit dan sedikit bisa bertahan peradabannya karena masyarakatnya ‘by default’ menguasai beberapa bahasa, itulah cara mereka survive (untuk urusan ekonomi, budaya, dll). Goethe ilmuwan Jerman, diberikan didikan beberapa bahasa (Latin, Inggris, Perancis) pertama kali oleh orangtuanya dan Goethe juga belajar bahasa Arab sehingga ada transkripnya yang berbicara tentang Rasulullah, begitu juga John Stuart Mill, pendidikan multi bahasa yang pertama diberikan. Karena dengan menguasai bahasa, maka pintu-pintu ilmu dari Greece (Latin), Jerman, Inggris, Belanda, Perancis tinggal diserap.
Dan karena akses ilmu di negeri barat inilah, ibu mendapati karya-karya sarjana muslim yang luar biasa kualitas keilmiahannya, penyusunan argumentasinya, jujur dan orisinil. Wadawww tepok jidat, kok ga kenal dari dulu ya…. Salah satunya, lihat Syaikh Ramadhan Al Buthy di video diatas, a very intelligent scholar and ulama.
Bahasa bahasa bahasa…. ga kenal bahasa arab *tepok jidat lagi* tenang ibu… ingat kata2 ibu sendiri diatas… menuntut ilmu kapan saja (bukan sekedar gelar dan pencapaian karir)… agendakan dari sekarang…. baik baik… kalau begitu sekalian diagendakan untuk anak2… siap-siap ya mba nana Mari kita hunting dan berdekat2an dengan ulama yg shalih. *semoga anak2 ibu yang menjadi penerus orang2 shalih*
4.1 International Environmentalist Movement
4.2 Indonesian Environmentalist Movement
4.3 Environmental Campaign of Palm Oil
4.4 Critiques to Palm Oil Environmental Campaign
Semoga Senin depan ketika bertemu supervisor bab ini selesai, insyaAllah.
Be patient…and the best will come
Pagi ini jam 5 waktu CET atau jam 10 waktu Jakarta, saya sudah ada agenda mewawancara salah satu pelaku industri sawit untuk kepentingan tesis, bapak ini juga acap kita lihat di dialog2 metrotv. Pertanyaan disiapkan dari malamnya, dibantu oleh abah. Abah juga saya minta bantuan untuk mem-backup wawancara dg tulisan tangan. Karena ini wawancara telepon, saya menggunakan VOIP dari notebook sehingga tarif telepon ke Indonesia lebih murah. Untuk merekam, saya pake soundcloud.com (merekam secara onlen), kemudian satu HP ericson, dan satu HP android HTC.
Konten wawancara memuaskan, dalam arti memenuhi kebutuhan informasi untuk analisis tesis saya. Yang kurang memuaskan adalah performansi saya sebagai pewawancara. Terlalu formal, kurang bisa rilex, terlalu to the point, ga punya intro yang bagus, rawan membuat tidak nyaman narasumber, pokokna mah ga seperti Najwa Shihab hehehh. Alhamdulillah ada abah yang juga melibatkan diri dalam wawancara. Keliatannya abah lebih rileks dan kalem.
Ini seperti mengkonfirmasi asumsi saya tentang diri sendiri: kurang fasih kalau berbicara Turunan dari bapak (kok bapak jadi dibawa2). Tetapi kalau bicara dalam konteks mengajar masih lumayan, karena sudah prepare materi sebelumnya. Tapi kalau ngomong live itu loh…. kurang elok lah pokokna. Mungkin itu sebab saya lebih suka menulis, untuk meyiasati kekurangan diri hahahah….bisa dipikir berulang2 sebelum ‘dikeluarkan’, kalau ngomong harus orang yang cerdas mengendalikan lisannya, sekali keluar ga bisa ditarik lagi euy.
Tapi mungkin keterampilan berbicara harus juga diasah, masak klo mau berpendapat menyodorkan kertas? ga lucu toh…. “Rabbi shrahli sadri. Wa ya sirli amri. Wahlul uqqudatam mil lisani. Yafkahu qauli”
***Najwa Shihab dan Kania Sutisnawinta bagus cara mewawancara, ternyata itu tidak mudah, butuh latihan kayaknya, dan tau ilmunya.
Masih ada beberapa episode wawancara, there are still rooms for improvement. Mungkin agar wawancaranya lebih baik:
- mempersiapkan bahan wawancara, fokus dg apa yg ingin digali, menguasai profil narasumber
- menempatkan yang diwawancara sebagai narasumber, berarti kita ingin menggali lebih banyak informasi dari narasumber, bukan kita mendikte narasumber berdasarkan informasi yang kita punya
- menempatkan yang diwawancara sebagai narasumber, bukan sebagai terdakwa di pengadilan yang dicecar pertanyaan oleh pengacara, sehingga narasumber dapat mengelaborasi apa yang ingin disampaikannya
- rileks dan tidak terlalu formal. Terlalu formal misalnya letterlijk dari pertanyaan yang kita persiapkan di kertas. Mempunyai introduksi yang baik.
Alhmd hari ini dua stakeholders dapat diwawancara, transkrip rekaman sudah diketik ulang. Untuk meneruskan menulis dokumen tesis lagi masih perlu mengumpulkan energi, performansi menulis mulai menurun setelah bulan lalu memforsir habis, adeknya mba nana dah makin besar di perut, skr jadi ngantukan.com, pengennya tidur aza….makanya terpaksa dipanasi dengan menulis di blog. Mudah2an kalau ibunya sabar menahan tempaan, adeknya mba nana juga kan menjadi anak yang sabar & tekun.
Ibu seneng sama ini
———--
It’s hard to explain how a few precious things
Seem to follow throughout all our lives
After all’s said and done I was watching my son
Sleeping there with my bear by his side
So I tucked him in, I kissed him and as I was going
I swear that the old bear whispered
“Boy welcome home”
——————--
Recent Comments