Archive for ◊ December, 2010 ◊

Author:
• Monday, December 20th, 2010

Pertama dan utama adalah amanah sebagai hamba Allah, yang diberi kesempatan untuk hidup dan berkewajiban untuk mengabdi pada-Nya. Ibu harus perbaiki lagi ibadah harian dan disiplin tilawah.

Kemudian adalah amanah sebagai istri. Dari ibnu Umar dikatakan bahwa Rasulullah bersabda :”….dan wanita / istri adalah pemimpin atas penghuni rumah suaminya dan anaknya, dan dia bertanggung jawab atas mereka.(HR. Bukhari dan Muslim). Ibu harus lebih menata urusan-urusan rumah tangga yang kadang terbengkalai (terutama cucian + setrikaan). Ingat, ingat, ingat, kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas urusan-urusan ini, yang telah diamanahkan kepada ibu :( :( :(

Kemudian adalah amanah sebagai ibu.  “ Al Umm madrasatu al  ûlâ. ( Ibu adalah sekolah/madrasah  pertama bagi anak-anaknya). “Seorang Ibu ibarat sekolah.. Apabila kamu siapkan dengan baik.. berarti kamu menyiapkan satu bangsa yang harum namanya”. (Yusuf Qardhawi, Pengantar “Kebebasan Wanita” Jilid I, GIP, 1990).

Dalam diam, membibit dan istiqomah menanam kebaikan pada anak-anak, proses-proses dengan detail-detail kecil setiap harinya, dari mengantar dan mendoakan menjelang dan bangun tidur, memandikan & menyiapkan bajunya, memasak makanannya, menanamkan iman, mengajari AL-Qur’an, dan menemaninya ‘exercise’ emosinya, dan lain-lainnya. Menurut ibu Wirianingsih, ibunda dari 10 bintang Al-Qur’an, kunci suksesnya adalah konsistensi (istiqomah) menjalani proses hari demi hari. Baiklah, insyaAllah ibu akan berusaha.  Kenyataan esok hari adalah impian hari ini. Kalau ibu memang bermimpi memiliki anak sholeh/ah, hamba Allah yang taat, bintang Al-Qur’an, dan arsitek pemenangan peradaban umat, maka apa yang ibu lakukan, tabur hari demi hari (dalam diam) itulah yang diperlukan.

Sekarang Allah juga sedang menitipkan amanah anak kedua insyaAllah, sudah seharusnyalah ibu mempersiapkan kehadirannya di dunia dengan sebaik-baiknya, kecukupan gizi, berhati-hati, memperbaiki emosi ibu, dan terutama ruhiyah ibu, jika ibu memang sangat menginginkan anak yang sholeh/ah, maka ibu harus tirakat dan banyak beribadah.  Sembilan bulan yang menentukan, pun sembilan bulan kualitas terbaik dalam hidup ibu (seharusnya begitu).

Kemudian amanah dakwah, konsistensi dibina, membina, memperhatikan binaan, dan juga memperbaiki diri dan semangan dalam tarbiyah, terutama tarbiyah dzatiyah.

Kemudian amanah dakwah yang lain, saat ini mendapat amanah menjadi ketua Salamaa (Silaturahmi Muslimah Indonesia di Belanda), meskipun masih kabur apa yang harus dilakukan, tapi ini adalah amanah, yang akan dimintai pertanggungjawabannya :( :( :( Semoga setahun kedepan, bersama tim banyak kegiatan bermanfaaat yang bisa diselenggarakan.

Kemudian amanah untuk menyelesaikan studi master yang dibiayai oleh negara (uang APBN = uang rakyat!) ingat, ingat, ingat!  klo sampe ga amanah, the first I betray would be my parents (bagian dari rakyat kecil pembayar pajak di belahan desa Pandan, Kota Batu, Jawa Timur).  Enam bulan lagi, insyaAllah!

Mendaftar amanah-amanah diatas, terasa besar dan menakutkan.  Sanggupkah?

Rabbi adkhilni mudkhala sidqiw wa akhrijni mukhraja sidqiw wa-j’al li mil ladunka sulta_nan nasira (QS.Al Isra: 80)

“Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.”

Share
Category: Tafakur  | Tags:  | 2 Comments
Author:
• Monday, December 20th, 2010

The employer has interest to pay her employees a wage higher than the minimum necessary in the (relevant) market. This might be can be attributed to efficiency wage arguments:

First, in the positive interpretation, higher wage will lead to positive exchange or reciprocity relationship.  When the employer pays higher wage, she expects commitment of her employers in return.  The commitment of higher productivity and fulfillment of tasks assigned.

Second, in the negative interpretation, higher wage paid by the employers can be considered as a mechanism of ‘blackmailing’ workers.  By increasing wage, firms increase price of job, and the cost of loosing job is high.  It motivates workers not to leave the job, and do whatever required by the firms to defend his/her position with higher wage.

The third is argument of profit share (and demand). Higher wage does not necessarily lead to decrease firm’s profitability.  Profit share can be defined as share of profit in total income.

profit rate equation

X/K or output (X) per capital is indication of capacity of capital stock utilization that depends on demand, how many products/services produced by firm (X) is depend on demand, and the demand depend on wage.  The higher the wage means higher income, which also means the consumers power to purchase increase (thus lowering income restriction). In turns, will lead to increase in the demand of products/services.

*** dari soal PR micro-economy

Share
Category: Studi, Tafakur  | Tags: , ,  | Leave a Comment
Author:
• Monday, December 13th, 2010

insyaAllah topik tesis nya menarik ehem..ehem.. global value chain palm oil, minyak sawit yang sedang populer dan kontroversial.  Alhamdulillah mendapat supervisor yang pro economic development, meskipun dia perfeksionis, mungkin justru dialah yang akan menggembleng saya untuk jadi akademisi yang pro ‘poor people’. Dan juga satu supervisor dari luar yang mempunyai posisi di Uni Eropa, sehingga insyaAllah akan banyak membantu dalam tesis ini.  Dari beliau saya sudah mendapatkan akses ke jurnal-jurnal dari konferensi terbaru tentang sawit. it’s gonna be awesome!!!!

But….. sebelum mulai tesis, sampai bulan januari, inilah daftar tantangan yang harus saya lewati:

- ujian Micro-economy, 3 ECTS, di TU Delft

- ujian Principle of Policy Analysis, 5 ECTS, di TU Delft

- ujian Project Management, 3 ECTS, di TU Delft

- ujian Evolutionary Foundation for Innovation Sciences, 6 ECTS di TU Eindhoven (klo sempet belajar, ini tidak wajib, tapi ingin menaikkan nilai)

- essay Governing Innovation, 3 ECTS, di TU Eindhoven (klo sempet buatnya, ini tidak wajib, tapi ingin menaikkan nilai)

- ujian SPSS, 3 ECTS, di TU Eindhoven

- conceptual framework global value chain, 3 ECTS, di TU Eindhoven (memperbaiki yang sudah dibuat)

- hasil riset beras basmati, 12 ECTS, di TU Eindhoven (ini yang paling deg2an, susah hunting resource)

- memperbaiki tugas portofolio Research Method, 3 ECTS

kok jadi banyak ya klo di list… *tarik nafas*

Bismillah, insyaAllah bisa!

Share
Category: Studi  | Tags:  | 2 Comments
Author:
• Tuesday, December 07th, 2010

Hari Ahad pagi, pada sebuah silaturahmi onlen, saya kebagian mengisi kultum, dari sebuah buku mungil, saya menceritakan ulang sebuah kultum singkat tentang orang-orang yang oleh Rasulullah SAW disebut sebagai penderita kebangkrutan.  Sahabat mengira, itu adalah orang-orang yang harta bendanya ludes habis tak bersisa, atau malah meninggalkan hutang. Tetapi kata Rasulullah, itu adalah orang-orang yang pada hari perhitungan, datang ke hadapan Allah membawa amal ibadahnya, shalatnya, puasanya, infaqnya, hajinya, dan kebaikan2 yang lain, hatinya sungguh berseri-seri, tetapi kemudian datang seorang mengadu kepada Allah tentangnya, Allah mengabulkan pengaduannya dan memerintahkan untuk mengambil pahala dari orang tadi, sebagai pengganti tuntutannya, kemudian datang orang lain lagi mengadu, dan Allah pun mengabulkan aduannya, demikian terus sampai pahalanya habis, tapi kemudian datang orang lain lagi yang mengadu kepada Allah, Allah mengabulkan aduannya, dan karena tak ada lagi simpanan pahala, maka Allah memerintahkan dosa si pengadu tadi dipindahkan. Maka itulah orang-orang yang bangkrut… astaghfirullahaladziimm :( :( :(

Pengaduan-pengaduan tersebut datang, bisa jadi karena kedhaliman lidah kita, tangan kita, pengkhianatan2 kita, bergosip, membicarakan orang lain, memfitnah, mengadu domba, menjelek-jelekkan, astaghfirullah :( :(

Ahad siang, saya beralih ke agenda pengajian muslimah Delft termasuk pembentukan pengurusnya, Alhamdulillah acara lancar dan menggembirakan.  Sepulang dari acara muslimah Delft, malam hari dilanjutkan dengan rapat onlen untuk mempersiapkan acara tahunan semacam mabit muslim se-Belanda dan sekitarnya (KIIAT). Tahun ini saya di bagian dapur umum,  Alhamdulillah banyak masukan dari ibu-ibu yang sangat berpengalaman dengan acara2 ini. Hari ahad yang menggembirakan dan bermanfaat insyaAllah :)

Seninnya…doweng doweng…

Senin pagi, saya terlibat obrolan dengan seorang kawan, dan akhirnya huhuhu saya turut nyamber membicarakan orang lain :( :( beberapa menit saja, tapi sungguh membuat hati kecut, perasaan tidak enak, dan ketakutan mulai menjalari.  Sesudah itu konsentrasi saya menjadi buyar, di depan laptop hendak mengerjakan soal-soal mikroekonomi, tapi suasana hati menjadi kacau, beginilah akibat ikut gosipin orang lain. Saya takut keburukan berbalas keburukan, atau berbalas keburukan kepada anak-anak :(  Astaghfirullahaladhiim…

Subuh kian menjelang, abah harus segera berangkat menjemput koleganya di bandara Schipol, sehingga untuk hari senin kemarin saya yang ngantar mba nana sekolah. Karena musim dingin, saya tidak berani memakai sepedah, khawatir licin dan resiko terjatuh, jadi merencanakan membawa mba nana dengan stroller saja, ke sekolahnya yang cukup jauh kalau dihitung jarak jalan.  Karena mba nana tidur larut, akibatnya bangunnya susah, jam 8.20 baru bisa melek, ibu suapin nasi&brokoli, minum susu, bebersih kilat, memakai perlengkapan musim dingin, ibu dengan kilat bersiap-siap ke kampus sebab ibu berpikir ada kuliah jam 13.45, dan kitapun berangkat pukul 8.30.  Karena berjalan cukup berhati-hati agar tidak terjatuh oleh es, maka baru sampai di sekolah mba nana pukul 9 an, begitu sampai, Mowahib teman mba nana menyambut dan memeluk mba nana :)

Untuk menyingkat perjalanan, saya berniat naik kereta dari stasiun Delft Zuid di dekat sekolah mba nana menuju ke Delft centrum, kemudian jalan ke kampus. Yach ternyata harus memutar karena ada pembangunan, daripada nyari jalan memutarnya, saya meneruskan saja perjalanan ke kampus, sampai kampus jam 10 lebih lima, ternyata 1,5 jam total saya jalan kaki dari rumah, rekor di musim salju ^_^ Ternyata cukup  melelahkan jalan jauh dengan udara dingin.

more…

Share
Author:
• Wednesday, December 01st, 2010

Source yang bagus untuk latihan memparafrase sehingga tidak terjebak kepada plagiarism.

http://www.unc.edu/depts/wcweb/esl/videos.html

Share