Archive for ◊ August, 2010 ◊

Author:
• Saturday, August 21st, 2010
Pak Jalal: Loly tanpa mengurangi rasa hormat gw terhadap loe, abis nyapu halaman sebaiknya loe pulang aja, ga enak kan hanya ada kita berdua, kita bukan muhrim
Loly: loh kan kita ga ngapa2in pak, ga akan kesebar di internet
Pak Jalal: ya kita memang ga ngapa2in, tapi syetan bisa bisikin orang ngeliat kita buat berpikir macam-macam
Loly: wah agama kita banyak aturan pak
Pak Jalal: ya emang, agama itu buat ngatur kehidupan kita, bukan hanya ngatur cara bikin masjid

*dialognya tidak persis sama, tapi kurang lebih demikian*

Pak Jalal: “Loly tanpa mengurangi rasa hormat gw terhadap loe, abis nyapu halaman sebaiknya loe pulang aja, ga enak kan ga ada orang lain di rumah ini, kite kan bukan muhrim.”

Loly: “loh kan kita ga ngapa2in pak, ga akan kesebar di internet.”

Pak Jalal: “ya kita memang ga ngapa2in, tapi syetan bisa bisikin orang yang ngeliat kite buat berpikir macam-macam.”

Loly: “wah agama kita banyak aturan ya pak.”

Pak Jalal: “ya emang, agama itu buat ngatur kehidupan kita, bukan hanya ngatur cara bikin masjid.”

*gimana ga demen sama nie pilem :D :D:D*

Share
Author:
• Saturday, August 21st, 2010

Logic is an empty system telling us which deductive inferences are valid given certain premises, but logic cannot tell us anything about the truth values of the premises themselves -S.Roeser-


*to be continued, insyaAllah kita elaborasi tentang ini ^^ sik ujian dhisik yo.. doakan biar lancar jaya ^^*

Share
Category: Tafakur  | Leave a Comment
Author:
• Tuesday, August 17th, 2010

Bahagia, haru, sedih, getir, pengharapan, optimis, semua lebur jadi satu, dirgahayu negeriku..yang kusayangi…

Pada ulang tahun emas RI 1995, Husein Mutahar membuat dua masterpiece, ‘Dirgahayu Indonesiaku’ pernah saya posting disini (belum menemukan videonya, ada yang punya?), dan satu lagi ‘Terima Kasih Indonesia’ dibawah ini.

Semakin sering mendengar keluhan dan pesimisme tentang negeriku (kenyataannya memang banyak hal yang perlu diperbaiki), tetapi saya tetap optimis, kita semua sedang berusaha, insyaAllah akan ada jalan, tidak mungkin Allah akan membiarkan kita babak belur terus-terusan, selama masih ada yang ikhlas mengabdi dan berusaha merubah nasib kaumnya, bukankah Allah sudah berjanji?.

Syukur Alhamdulillah, 65 tahun sudah Indonesiaku, terima kasih ya Allah, masih Kau beri kami tempat berteduh, tanah dan air untuk kami berusaha, lindungilah kami saudara sebangsa, janganlah Kau jadikan pemimpin kami, orang-orang yang akan berbuat aniaya kepada kami. Berkahilah negeri kami ya Allah, bebaskanlah kami dari hutang dan kemiskinan. Merdekakanlah kami ya Allah, sehingga hanya kepada-Mu lah kami tunduk dan berserah diri.

Dengan segenap perasaan haru, berilah hamba umur, kesempatan, dan jalan untuk berbuat kebaikan yang bermanfaat, mengabdi di tanah air kami ya Allah :( :( :(

Terima Kasih Indonesia

oleh Husein Mutahar

Terima kasih Indonesiaku
bumi yang subur bertabur wangi pagi
tempatku bangun harapan setiap hari
bersama keluarga dan saudara sebangsa

Terima kasih Indonesiaku
negeri damai yang tentram sejahtera
tempatku bernafas, bicara dan bekerja
bersama keluarga dan saudara sebangsa

Terima kasihku Tuhan masih kau beri
Garudaku tempat berteduh
menempuh waktu untuk terus bersatu

Terima kasihku Tuhan
Masih Kau beri Merah Putihku
Rahmat anugrah mengejar hari
untuk bersama maju
Merdeka
Merdeka
Merdeka
Merdeka
Tetap Merdeka !
Semoga Tuhan Maha Esa memberkahi doa syukur kita bersama

Share
Author:
• Saturday, August 14th, 2010

puzzle of keywords: developing countries, informal economy, development, local industry, growth, technological capabilities, global economy, global value chain, competitiveness, empowerment, poverty, inequality… month of Ramadhan will bring me to somewhere, insyaAllah, Ramadhan mubarrok :)

Share
Category: Studi  | Tags:  | One Comment
Author:
• Wednesday, August 11th, 2010

Spesial untuk tante-tante: nisah, dira, desi, titih, eki, dan juga bagi saudara yang memerlukannya. Semoga bermanfaat ^^

Kumpulan beberapa Dzikir dan Doa (tarawih, witir, tahajjud, dhuha, sujud tilawah, dan berbuka puasa), diambil dari berbagai sumber di internet. Semoga Allah membalas kebaikan bagi yang membagikan ilmunya, dengan pahala jariyyah yang terus mengalir.

Untuk doa-doa versi .pdf nya klik disini

Untuk doa-doa versi .docx klik disini

Untuk dzikir al-ma’tsurat pagi mp3 bisa diunduh disini

Untuk dzikir al-ma’tsurat petang mp3 bisa diunduh disini

1. DZIKIR SESUDAH TARAWIH

more…

Share
Author:
• Tuesday, August 10th, 2010

rantangSalah satu kenangan Ramadhan waktu kecil di desa saya adalah tradisi ‘Weweh’ (baca ‘e’ pada ebi) atau disebut juga ater-ater (baca ‘e’ dalam emas). Weweh (bhs Jawa mewehi = memberi), yaitu saling menghantar makanan sesama saudara (biasanya karena pertalian darah, pernikahan, ipar, besan, dan sejenisnya). Setiap keluarga akan weweh ke sekian jumlah saudaranya, cukup sekali selama sebulan Ramadhan, dan demikian sebaliknya, sehingga dalam sebulan penuh Ramadhan, bisa setiap hari kami menerima wewehan (hantaran makanan).

Wewehan dulu dikirim dalam rantang-rantang. Satu rantang berisi nasi, satu rantang lagi berisi lauk yang isinya: daging empal atau ayam goreng/balado, bandeng goreng, perkedel kentang, telor, mie goreng, sambel goreng kentang/tempe. Yang mengantar wewehan adalah anak-anak, jadi saya dengan mas atau adik saya yang akan menghantar ke sodara di Pandan, Dadapan, Nggrinting, Sanggrahan, Songgoriti, Kali Putih. Nanti sodara kami yang menerima wewehan akan memberi sangu (angpaw uang), yang akan kami kumpulkan dan senang sekali kalau ditotal dengan sangu/angpaw saat lebaran akan berjumlah semakin banyak he..he..  Oh iya, dulu saya cukup cerdik (atau nakal), saya memilih menghantar wewehan ke sodara2 yang biasanya ngasih sangu banyak, dan menyuruh ade saya yang masih kecil menghantar ke sodara2 yang tidak banyak ngasih sangu, atau yang suka ga ngasih sangu :D :D :D

SubhanalLah tradisi weweh ini, menyambung silaturahim, mengenalkan anak-anak pada sodaranya sehingga tidak akan kepaten obor (api obor mati = terputus/tidak mengenal lagi saudaranya), tak peduli kaya atau miskin, kami akan memasuki rumah-rumahnya, menghantar makanan. Ini juga distribusi gizi, saudara2 yang berkekurangan tak mampu beli daging, pada momen2 ini akan menyantap daging, ayam, ikan, telor. Ini juga menggerakkan ekonomi, terjadi transaki riil, belanja kebutuhan di pasar, transport angkot atau ojek. Kalau diniatkan untuk memberi makan kepada yang berbuka, insyaAllah pahala-Nya mengalir. Dan juga, tradisi weweh ini merupakan dapur praktek untuk mendidik gadis-gadis pandai memasak ^^

Sampai sekarang tradisi weweh ini masih ada di kampung saya, meski dengan versi yang macam2, misalnya tidak memakai rantang tatapi mika atau dus untuk kepraktisan, atau weweh dalam bentuk gula, kue kering, sirup untuk lebaran. Oh iya saudara, weweh ini juga menjadi indikator apakah ekonomi sedang tumbuh atau lesu, benar, sebab untuk weweh ini perlu uang yang dikeluarkan untuk belanja, dahulu rame sekali orang weweh, sekarang tidak semua mampu weweh, sebab tak ada cukup uang, seiring dengan sektor pertanian yang babak belur, petani-petani jaya bertumbangan, dan itu artinya semakin berkurang atau terhenti pekerjaan untuk buruh tani, berarti pula tak ada penghasilan, daya beli menurun drastis, konsumsi anjlok, perekonomian lesu :( :( :( (ttg pertanian pernah sy sentil disini dan disini).

Sedih ya… semoga ada umur dan kesempatan bagi saya untuk berbuat kebaikan bagi petani, doakan ya ^^

Selamat menjalankan ibadah Ramadhan, mohon maaf lahir dan batin, mari saling mendoakan dan menguatkan untuk meraih pahala & keutamaan2 Ramadhan.

Share
Author:
• Monday, August 09th, 2010

Ya Allah, mudahkanlah aku memahami ilmu yg kupelajari sekarang, semudah aku memahami bumbu-bumbu & meracik masakan :|

Share
Category: Studi  | Tags:  | Leave a Comment
Author:
• Sunday, August 08th, 2010

DSC02289

Tumisan yg sekaligus bisa dipake sbg alternatif isian vietnamese summer roll, tumis daging yg amat standar, bumbunya juga suka2 ^^, daging tanpa lemak iris tipis2 2 mili gitu? (aselinya sy ga ngukur ^^), bawang putih sesukanya, bawang bombai sesukanya, klo sy suka ditambah batang daun bawang iris (tanpa daunnya), paprika merah hijau kuning sesukanya, sedikit kecap asin, garam, merica (putih atau hitam) sesukanya, saos teriyaki (klo mau jadi tumis daging teriyaki ala hokben) tambah kecap manis seperlunya, kalau tidak ada pake kecap manis saja juga oke, ditambah tomat pasta sedikit jg boleh, atau irisan tomat jg oke ^^

Masaknya: standar oriental food, panaskan minyak dlm wok (wajan), masukkan bawang putih duluan (klo pake jahe hancur, jahenya masuk sblm bawang putih), masukkan bombai, terus daging, aduk2 biar daging empuk, krn dagingnya tipis biasanya akan cepat empuk, tidak perlu ditambah air krn dagingnya ngeluarin air, tp klo ga pede dagingnya mateng apa tidak tambahkan air sedikiit saja, masukkan merica, saos2an, daging sudah empuk masukkan paprika sehingga paprika tdk terlalu lembek, klo mau paprika yg mateng banget diperlama lagi numisnya, ada juga yg suka nambahin minyak wijen, wanginya jadi beda, enak juga ^^

Kalau abah suka masakan praktis yg ini, kalau saya masakan ini dimanfaatkan juga buat bikin summer roll ala vietnam (isinya bisa suka2 juga, aneka sayur, daun koriander, peterseli, bihun rebus, dadar telor iris, rebusan daging/ayam/udang/seafood). Saya pake taoge mentah & daun mint segar, dan rice paper (semacam kulit lumpia, cuman rada beda, tipis keras, dicelupkan/diberi air agar lembek) yg bisa dibeli di toko oriental.

summerroll

Cara membuat: basahi rice paper, taruh di piring/alas, masukkan taoge segar sesukanya, daun mint sesukanya, daging tumis tadi, gulung, langsung santap ^^
klo mau pake saos oriental, atau pake air+kecap ikan+irisan cabe rawit, campur jd satu untuk celupan summer roll ^^

DSC02296
Mba nana suka banget summer roll, tapi tanpa daging, taoge mentah + daun mint saja, kadang dg irisan wortel mentah, kriuk kriuk, kriuk ^^

Oh iya.. maaf lahir batin semuanya, mohon diikhlaskan segala kesalahan & kekhilafan kami ya.. terutama ibu ^^ semoga Ramadhan kali ini penuh makna & keberkahan ^^

Share
Author:
• Thursday, August 05th, 2010

Saya semakin percaya, pasangan hidup memang PASANGAN (loh!), maksudnya dipasangkan dia untuk kita sebagai pelengkap, kalau misalnya puzzle, maka dia adalah susunan untuk menggenapi bentuk kita, kalau misalnya tangan maka harus ada pasangan agar bertepuk. Uniknya, pasangan ini tidak hanya komplementer, bukan hanya mengisi yang kurang, tetapi pada saat yang sama dia juga beririsan.   Harus ada irisannya, yang membuat kita setidaknya diawal-awal memutuskan untuk berpasangan (ideologi misalnya).

Jadi pasangan= komplementer + irisan (alias komplit)

Biasanya, orang membayangkan pasangan ideal adalah irisan demi irisan, sehingga seolah-olah tidak ada konflik, meuni serasi wae ^^ (padahal tidak mungkin melawan hukum alam, scr natural pasangan itu ada bagian yg tidak beririsan ^^)

Begitu pula tatkala mendapati komplemen nya, seolah-olah ga cocok aza (hadeuh lagi usum di kalangan artis…cerai karena ketidakcocokan sejak awal pernikahan dowenggggg!! tapi kita mah bukan artis yach).

Tapi tanpa irisan, namanya mempertaruhkan sisa kehidupan (plus akhirat) in the middle of nowhere, ga jelas juntrungannya, yang satu mau kemana, yang satunya mau kemana, bisa-bisa sutris atau bubar urusan.

Abah mempunyai banyak irisan dengan saya, terutama soal visi hidup yang menyatukan kami lewat lembar biodata waktu itu taelahhh ;)

more…

Share
Category: Bonus Track, Tafakur  | Tags: , ,  | 3 Comments
Author:
• Wednesday, August 04th, 2010

Bagi yang ingin memahami bagaimana sistem uang yang berlangsung saat ini dapat meluncur kesini http://pohonbodhi.blogspot.com/2009/01/mitos-uang.html

kesimpulan: hutang + riba, serem ya…  menghancurkan segala macem :( :( :(

Share
Category: Tafakur  | Tags: , , ,  | One Comment