Salah satu menu favorit keluarga, kalau di Bandung kita jajan di soto betawi ’999′ yang di depan bengkel dekat SMA 24 Ujung berung, apa masih ada ?
Setelah memperhatikan dagangan & ngobrol dg mang 999, dan coba-coba resep di internet, jadilah soto betawi ala mang 999. Kelihatannya ribet, dengan sering mencoba insyaAllah tidak ribet
Mangga bagi yang ingin memulai jualan soto betawinya, bisa dipake juga coba-coba eksperimen resep ini, siapa tahu cocok
Bahan:
3/4 kilo daging sapi, daging saja, atau daging dg sedikit sekali lemak
1/4 atau 1/2 kilo jerohan, pilih sesukanya, cuci bersih, rebus terpisah dg daun salam. Kalau tidak suka jerohan, daging saja 1 kilo.
catatan: isi soto betawi ini bisa macam-macam, bisa juga dg kaki sapi, kaki kambing, serba kambing, dan sejenisnya.
200 cc santen kotakan
500 cc susu segar kotakan
1500 cc air biasa
Bumbu:
Bawang merah, 4-5 butir, tapi kalau bawang merah di Blnd yg guede itu saya pake 1 butir
Bawang putih 5-7 siung
Ketumbar 1 sdm
Pala 1/2 sdt
Jinten 1/2 sdt
merica 1/2 sdt
Daun salam 1-2 lembar
Sereh 1 batang
Jahe 2 ruas jari
garam secukupnya
dikasih kaldu blok/penyedap atau tidak suka2 saja
cengkeh 5-10 butir biar wangi
Tambahan untuk penyajian:
daung bawang iris untuk taburan
tomat segar nanti diiris
kentang dibelah/iris, digoreng nanti untuk ditambahkan
emping goreng untuk taburan
Ghee atau minyak samin
bawang goreng kalau punya, engga jg gpp ![]()
sambel cabe, cabe rawit rebus dulu, di blender
kecap manis kalau suka, jeruk sambel atau jeruk nipis
Cara Membuat:
Sebelum libur panjang Summer yang dinantikan, rupanya saya harus bersabar menyelesaikan beberapa agenda study yang cukup melelahkan, ingat satu hal saja, sabar, sabar, sabar, termasuk di dalamnya adalah sabar meniti, sabar menyelesaikan satu demi satu, sabar menanggung lelahnya, sabar menahan kantuk.. .wah wah.. kata sabar memang ajaib, dia berkesan lembut tapi berkekuatan besar… mungkin itu sebabnya Allah menjanjikan pertolongan dari sabar dan shalat. jadi sabar ya ibu.. hu hu hu hu…. (pengennya loncat saja ke summer break).
Ah, lagi-lagi untuk mengingatkan bahwa sesama muslim bagaikan satu tubuh, satu terluka, yang lain ikut merasakan derita, untuk itu saya harus me-recall postingan yang 
Recent Comments