Archive for » 2010 «

Mengingat (kembali) amanah-amanah

Pertama dan utama adalah amanah sebagai hamba Allah, yang diberi kesempatan untuk hidup dan berkewajiban untuk mengabdi pada-Nya. Ibu harus perbaiki lagi ibadah harian dan disiplin tilawah.

Kemudian adalah amanah sebagai istri. Dari ibnu Umar dikatakan bahwa Rasulullah bersabda :”….dan wanita / istri adalah pemimpin atas penghuni rumah suaminya dan anaknya, dan dia bertanggung jawab atas mereka.(HR. Bukhari dan Muslim). Ibu harus lebih menata urusan-urusan rumah tangga yang kadang terbengkalai (terutama cucian + setrikaan). Ingat, ingat, ingat, kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas urusan-urusan ini, yang telah diamanahkan kepada ibu :( :( :(

Kemudian adalah amanah sebagai ibu.  “ Al Umm madrasatu al  ûlâ. ( Ibu adalah sekolah/madrasah  pertama bagi anak-anaknya). “Seorang Ibu ibarat sekolah.. Apabila kamu siapkan dengan baik.. berarti kamu menyiapkan satu bangsa yang harum namanya”. (Yusuf Qardhawi, Pengantar “Kebebasan Wanita” Jilid I, GIP, 1990).

Dalam diam, membibit dan istiqomah menanam kebaikan pada anak-anak, proses-proses dengan detail-detail kecil setiap harinya, dari mengantar dan mendoakan menjelang dan bangun tidur, memandikan & menyiapkan bajunya, memasak makanannya, menanamkan iman, mengajari AL-Qur’an, dan menemaninya ‘exercise’ emosinya, dan lain-lainnya. Menurut ibu Wirianingsih, ibunda dari 10 bintang Al-Qur’an, kunci suksesnya adalah konsistensi (istiqomah) menjalani proses hari demi hari. Baiklah, insyaAllah ibu akan berusaha.  Kenyataan esok hari adalah impian hari ini. Kalau ibu memang bermimpi memiliki anak sholeh/ah, hamba Allah yang taat, bintang Al-Qur’an, dan arsitek pemenangan peradaban umat, maka apa yang ibu lakukan, tabur hari demi hari (dalam diam) itulah yang diperlukan.

Sekarang Allah juga sedang menitipkan amanah anak kedua insyaAllah, sudah seharusnyalah ibu mempersiapkan kehadirannya di dunia dengan sebaik-baiknya, kecukupan gizi, berhati-hati, memperbaiki emosi ibu, dan terutama ruhiyah ibu, jika ibu memang sangat menginginkan anak yang sholeh/ah, maka ibu harus tirakat dan banyak beribadah.  Sembilan bulan yang menentukan, pun sembilan bulan kualitas terbaik dalam hidup ibu (seharusnya begitu).

Kemudian amanah dakwah, konsistensi dibina, membina, memperhatikan binaan, dan juga memperbaiki diri dan semangan dalam tarbiyah, terutama tarbiyah dzatiyah.

Kemudian amanah dakwah yang lain, saat ini mendapat amanah menjadi ketua Salamaa (Silaturahmi Muslimah Indonesia di Belanda), meskipun masih kabur apa yang harus dilakukan, tapi ini adalah amanah, yang akan dimintai pertanggungjawabannya :( :( :( Semoga setahun kedepan, bersama tim banyak kegiatan bermanfaaat yang bisa diselenggarakan.

Kemudian amanah untuk menyelesaikan studi master yang dibiayai oleh negara (uang APBN = uang rakyat!) ingat, ingat, ingat!  klo sampe ga amanah, the first I betray would be my parents (bagian dari rakyat kecil pembayar pajak di belahan desa Pandan, Kota Batu, Jawa Timur).  Enam bulan lagi, insyaAllah!

Mendaftar amanah-amanah diatas, terasa besar dan menakutkan.  Sanggupkah?

Rabbi adkhilni mudkhala sidqiw wa akhrijni mukhraja sidqiw wa-j’al li mil ladunka sulta_nan nasira (QS.Al Isra: 80)

“Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.”

Category: Tafakur  Tags:  2 Comments

Mengapa perusahaan (bonafid) membayar gaji karyawan lebih tinggi?

The employer has interest to pay her employees a wage higher than the minimum necessary in the (relevant) market. This might be can be attributed to efficiency wage arguments:

First, in the positive interpretation, higher wage will lead to positive exchange or reciprocity relationship.  When the employer pays higher wage, she expects commitment of her employers in return.  The commitment of higher productivity and fulfillment of tasks assigned.

Second, in the negative interpretation, higher wage paid by the employers can be considered as a mechanism of ‘blackmailing’ workers.  By increasing wage, firms increase price of job, and the cost of loosing job is high.  It motivates workers not to leave the job, and do whatever required by the firms to defend his/her position with higher wage.

The third is argument of profit share (and demand). Higher wage does not necessarily lead to decrease firm’s profitability.  Profit share can be defined as share of profit in total income.

profit rate equation

X/K or output (X) per capital is indication of capacity of capital stock utilization that depends on demand, how many products/services produced by firm (X) is depend on demand, and the demand depend on wage.  The higher the wage means higher income, which also means the consumers power to purchase increase (thus lowering income restriction). In turns, will lead to increase in the demand of products/services.

*** dari soal PR micro-economy

Sebelum Tesis

insyaAllah topik tesis nya menarik ehem..ehem.. global value chain palm oil, minyak sawit yang sedang populer dan kontroversial.  Alhamdulillah mendapat supervisor yang pro economic development, meskipun dia perfeksionis, mungkin justru dialah yang akan menggembleng saya untuk jadi akademisi yang pro ‘poor people’. Dan juga satu supervisor dari luar yang mempunyai posisi di Uni Eropa, sehingga insyaAllah akan banyak membantu dalam tesis ini.  Dari beliau saya sudah mendapatkan akses ke jurnal-jurnal dari konferensi terbaru tentang sawit. it’s gonna be awesome!!!!

But….. sebelum mulai tesis, sampai bulan januari, inilah daftar tantangan yang harus saya lewati:

- ujian Micro-economy, 3 ECTS, di TU Delft

- ujian Principle of Policy Analysis, 5 ECTS, di TU Delft

- ujian Project Management, 3 ECTS, di TU Delft

- ujian Evolutionary Foundation for Innovation Sciences, 6 ECTS di TU Eindhoven (klo sempet belajar, ini tidak wajib, tapi ingin menaikkan nilai)

- essay Governing Innovation, 3 ECTS, di TU Eindhoven (klo sempet buatnya, ini tidak wajib, tapi ingin menaikkan nilai)

- ujian SPSS, 3 ECTS, di TU Eindhoven

- conceptual framework global value chain, 3 ECTS, di TU Eindhoven (memperbaiki yang sudah dibuat)

- hasil riset beras basmati, 12 ECTS, di TU Eindhoven (ini yang paling deg2an, susah hunting resource)

- memperbaiki tugas portofolio Research Method, 3 ECTS

kok jadi banyak ya klo di list… *tarik nafas*

Bismillah, insyaAllah bisa!

Category: Studi  Tags:  2 Comments

Senin Kelabu & Selamat Tahun Baru 1 Muharram :)

Hari Ahad pagi, pada sebuah silaturahmi onlen, saya kebagian mengisi kultum, dari sebuah buku mungil, saya menceritakan ulang sebuah kultum singkat tentang orang-orang yang oleh Rasulullah SAW disebut sebagai penderita kebangkrutan.  Sahabat mengira, itu adalah orang-orang yang harta bendanya ludes habis tak bersisa, atau malah meninggalkan hutang. Tetapi kata Rasulullah, itu adalah orang-orang yang pada hari perhitungan, datang ke hadapan Allah membawa amal ibadahnya, shalatnya, puasanya, infaqnya, hajinya, dan kebaikan2 yang lain, hatinya sungguh berseri-seri, tetapi kemudian datang seorang mengadu kepada Allah tentangnya, Allah mengabulkan pengaduannya dan memerintahkan untuk mengambil pahala dari orang tadi, sebagai pengganti tuntutannya, kemudian datang orang lain lagi mengadu, dan Allah pun mengabulkan aduannya, demikian terus sampai pahalanya habis, tapi kemudian datang orang lain lagi yang mengadu kepada Allah, Allah mengabulkan aduannya, dan karena tak ada lagi simpanan pahala, maka Allah memerintahkan dosa si pengadu tadi dipindahkan. Maka itulah orang-orang yang bangkrut… astaghfirullahaladziimm :( :( :(

Pengaduan-pengaduan tersebut datang, bisa jadi karena kedhaliman lidah kita, tangan kita, pengkhianatan2 kita, bergosip, membicarakan orang lain, memfitnah, mengadu domba, menjelek-jelekkan, astaghfirullah :( :(

Ahad siang, saya beralih ke agenda pengajian muslimah Delft termasuk pembentukan pengurusnya, Alhamdulillah acara lancar dan menggembirakan.  Sepulang dari acara muslimah Delft, malam hari dilanjutkan dengan rapat onlen untuk mempersiapkan acara tahunan semacam mabit muslim se-Belanda dan sekitarnya (KIIAT). Tahun ini saya di bagian dapur umum,  Alhamdulillah banyak masukan dari ibu-ibu yang sangat berpengalaman dengan acara2 ini. Hari ahad yang menggembirakan dan bermanfaat insyaAllah :)

Seninnya…doweng doweng…

Senin pagi, saya terlibat obrolan dengan seorang kawan, dan akhirnya huhuhu saya turut nyamber membicarakan orang lain :( :( beberapa menit saja, tapi sungguh membuat hati kecut, perasaan tidak enak, dan ketakutan mulai menjalari.  Sesudah itu konsentrasi saya menjadi buyar, di depan laptop hendak mengerjakan soal-soal mikroekonomi, tapi suasana hati menjadi kacau, beginilah akibat ikut gosipin orang lain. Saya takut keburukan berbalas keburukan, atau berbalas keburukan kepada anak-anak :(  Astaghfirullahaladhiim…

Subuh kian menjelang, abah harus segera berangkat menjemput koleganya di bandara Schipol, sehingga untuk hari senin kemarin saya yang ngantar mba nana sekolah. Karena musim dingin, saya tidak berani memakai sepedah, khawatir licin dan resiko terjatuh, jadi merencanakan membawa mba nana dengan stroller saja, ke sekolahnya yang cukup jauh kalau dihitung jarak jalan.  Karena mba nana tidur larut, akibatnya bangunnya susah, jam 8.20 baru bisa melek, ibu suapin nasi&brokoli, minum susu, bebersih kilat, memakai perlengkapan musim dingin, ibu dengan kilat bersiap-siap ke kampus sebab ibu berpikir ada kuliah jam 13.45, dan kitapun berangkat pukul 8.30.  Karena berjalan cukup berhati-hati agar tidak terjatuh oleh es, maka baru sampai di sekolah mba nana pukul 9 an, begitu sampai, Mowahib teman mba nana menyambut dan memeluk mba nana :)

Untuk menyingkat perjalanan, saya berniat naik kereta dari stasiun Delft Zuid di dekat sekolah mba nana menuju ke Delft centrum, kemudian jalan ke kampus. Yach ternyata harus memutar karena ada pembangunan, daripada nyari jalan memutarnya, saya meneruskan saja perjalanan ke kampus, sampai kampus jam 10 lebih lima, ternyata 1,5 jam total saya jalan kaki dari rumah, rekor di musim salju ^_^ Ternyata cukup  melelahkan jalan jauh dengan udara dingin.

more…

Paraphrasing & Avoiding Plagiarism

Source yang bagus untuk latihan memparafrase sehingga tidak terjebak kepada plagiarism.

http://www.unc.edu/depts/wcweb/esl/videos.html

[Ngumpulin Ide] Budidaya Lele

leleLele tak lagi ikan ‘jorok’, budidayanya murah,mudah,dan bersih dg makanan organik, menunjang penyediaan protein ditengah harga telor-ayam-daging yang sulit terjangkau. Klik liputan dari detik finance.

Cara praktis budaya ikan lele dari blog ini:

Jika kita ingin memulai ternak lele dgn tebar bibit 10.000 ekor ukuran 10-12 cm harga di pasaran Rp.250-300/ekor setidaknya diperlukan lahan 100 m2, jumlah pakan pelet 1 ton jika konversi pakan menjadi daging 90 % diestimasikan kita mendpt hasil 900 kg, masa pemeliharaan 60-80 hari.Sebaiknya pada saat 30-40 hari stlh tebar benih dilakukan sortir, krn mulai banyak bibit yg bertubuh bongsor yg sering meng-kanibal ikan yg lain.
Tebar lele, bisa diawali dgn tebar ukuran 2-3 cm dgn kapadatan 100-150 ekor/m2, pilih lokasi dgn suhu > 26 C. Jadikan warna air menjadi hijau daun utk suplai O2 lbh baik, dgn cara pemupukan & aplikasi probiotik. Umur 90 hari akan di dpt 140 gr ( 7ekor/Kg). dgn kepadatan itu kolam dari terpal atau beton.
Sebenarnya dgn teknologi probiotik tebar lele sudah mampu sampai 400 – 500 ekor/m3. tetapi diperlukan kepiawaian dlm manajemen pengelolaan kualitas air.
bentuk fisik kolam tdk terlalu utama, baik itu kolam tembok ataupun tanah. yang diutamakan dlm ternak lele adalah kualitas benih, air dan pakan.Benih sebaiknya beli dari pembenih lele langsung dan mulai dari benih yg agak besar contohnya ukuran 10-12 cm dgn kepadatan 100-150 ekor/m2, air bebas pencemaran bisa berasal dari air sungai, sumur, PAM yg sudah diendapkan. kolam sebaiknya diberi pupuk kandang,urea,tsp dan didiamkan minimal 1 minggu agar terbentuk pakan alami berupa plankton, kolam harus dlm kondisi air tdk jalan krn lele rentan terhadap perubahan air yg terus menerus dan lele akan selalu meloncat kearah sumber air mengalir. kedalaman kolam sebaiknya 120 cm dgn ketinggian air 80 cm.pakan utama sebaiknya menggunakan pakan pabrik dgn kandungan protein >32% dan dpt diberi pakan tambahan berupa limbah peternakan ayam spt bangkai ayam,usus,telur yg gagal tetas dng terlebih dahulu dibakar/direbus.
Petani lele di rangkasbitung (Banten), ukuran kolam 10×10M2 ditanami benih 10.000 ekor, diberi pakan 4 kali sehari dan 40 hari kemudian panen sekitar 1,2 ton. Kedalaman air sekitar 80 cm, kolam tidak dibeton tapi cukup tanah alami. 2 minggu setelah tabur benih, ikan dipisah-pisahkan yang ukuran besar dan yang kecil. Oya jenis lele silangan antara patin dan dumbo, saya lihat warna ikan agak putih tidak seperti lele biasa dan tidak matil, juga tidak meng-kanibal yang lainnya.
Harga benih sekitar Rp. 250/ekor, hasil diskusi dengan peternak nih, total biaya sekitar 7,5 juta (Bibit+Pakan), 40 hari tanam menghasilkan sekitar 10 Juta.
Tips membuat pakan tambahan untuk lele, peternak lele bisa mencobanya, dgn bahan :
1. Ampas tahu
2. Katul (dedek halus) dari padi
3. Ikan Asin BS(dihaluskan)lebih bagus di rebus
dgn perbandingan 10:5:1 jd setiap 10 kg ampas tahu,+5kg katul,+ 1kg ikan asin bs aduk jd satu, berikan sesuai kebutuhan.
Modal awal, kita coba buat 1 kolam ukuran kecil 2m x 3m, gali tanah sedalam 30an cm, tanah galian urug-kan ke sekitar pinggir calon kolam. Selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah membeli terpal plastik yang banyak dijual di toko, seharga 50 ribuan, ataupun yang lebih mahal juga bisa, tapi ini kualitasnya sudah cukup bagus. Pasang terpal plastik ke lubang kolam yang telah digali, kedalaman tanah 30 cm, tinggi permukaan tanah (dengan tanah urug sebelumnya) naik kan jadi 20-30 cm lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Jadilah kolam kita yang berbiaya murah. Isilah dengan air jernih, biarkan selama 2-3 malam (jangan langsung ditaburi benih). Beri tanam-tanaman air juga bagus, semisal teratai, ganggang air, kangkung, dsb.
Berikutnya, tinggal beli benih ikan lele, dengan ukuran sebesar ibu jari orang dewasa, harganya sekitar 100-150 rupiah per ekor. Coba isi kolam tadi dengan 300-400 ekor benih ikan lele. Beli pakan ikan (pelet) lembut, sekitar 5000 rupiah per kg. Sebulan mungkin menghabiskan sekitar 3 kg, Sebagian di atas kolam dibuat atap pelindung, juga bagus. Sebagian terkena cahaya langsung matahari. Kalau ada sisa nasi makan malam/siang, masukkan saja ke kolam, biar nambah-nambah zat makanan. Air kondisikan alami seperti di rawa/sungai, perbanyak tanaman air. Kalau di awal-awal menabur benih, sebagian ikan mati, jangan panik, ambil saja, buang. 3-4 hari berikutnya ikan akan bertahan hidup normal. Nah, tinggal menunggu sekitar 3 bulan, ikan sudah cukp besar untuk bisa dipanen, dijual dengan harga sekitar 1000 rupiah per ekor. Bikin saja tulisan di depan rumah “JUAL IKAN LELE KONSUMSI, SEGAR, GURIH” Kalau tanah cukup luas, berarti bisa bikin 2-3 kolam lagi yang serupa. Pakai terpal plastik juga (hemat biaya pasir dan semen, serta ongkos tukang .

Jika kita ingin memulai ternak lele dgn tebar bibit 10.000 ekor ukuran 10-12 cm harga di pasaran Rp.250-300/ekor setidaknya diperlukan lahan 100 m2, jumlah pakan pelet 1 ton jika konversi pakan menjadi daging 90 % diestimasikan kita mendpt hasil 900 kg, masa pemeliharaan 60-80 hari.Sebaiknya pada saat 30-40 hari stlh tebar benih dilakukan sortir, krn mulai banyak bibit yg bertubuh bongsor yg sering meng-kanibal ikan yg lain.

more…

[Ngumpulin Ide] Sawi Asin

sawipahitSawi bungkuk (sawi pahit/Brassica juncea/Kai Choi) harga panennya fluktuatif tak menentu, nilai ekonomisnya naik jika sudah menjadi sawi asin (difermentasi), pembuatanya relatif mudah, dijemur, digaremin, dicuci, direndem air kelapa ato air tajin selama 2 hari, lebih awet & di luar negeri juga laku/pasarnya luas (far east/ east asian food), bs untuk asinan, tumis dg tahu/udang/ebi, dll

Jangan Berhenti Mencintaiku

Malam yang kian larut begini menghadirkan suasana syahdu, mungkin perasaan saya saat ini tergambarkan oleh lagu ini :)

Agenda Quarter 2 – 2010

Quarter terakhir sebelum thesis yang cukup sibuk, semoga Allah mudahkan…

jadwalQ2-2010

Category: Studi  Tags: , ,  Leave a Comment

Belajar Cara Mengajar

onderwijsSalah satu hal positif yang bisa dipelajari di Belanda adalah cara dosen mengajar, efisien! Contohnya, cara mengelola kelas perkuliahan, kelihatan dosen telah siap, di awal tahun ajaran materi kuliah sudah lengkap dipasang di website (di TU Eindhoven namanya Studyweb, di TU Delft namanya Blackboard), termasuk jurnal bacaan wajibnya. Kemudian di minggu pertama kuliah biasanya dosen memasang file rencana studi, jadwal tiap minggu, jam, ruangan, tema, bacaan yang harus dibaca, rencana minggu keberapa akan ada tugas (individual atau workgroup assignment), dan juga rencana jadwal ujian.

Yang paling menarik adalah, seperti konvensi tidak tertulis, bahwa dosen harus mampu menyampaikan materi yang direncanakan tidak melebihi jam pelajaran, termasuk 15 menit break di dalamnya. Disini, setiap mata kuliah mempunyai break satu kali selama 15 menit, biasanya studenten keluar minum teh/kopi dari vending machine, dan dosen melayani pertanyaan-pertanyaan studenten yang menghampirinya. Biasanya, untuk dapat berbicara dalam waktu yang ditentukan atau dibatasi akan lebih diperlukan persiapan, dibanding jika tidak ada batasan waktu, boleh ngobrol ngalor ngidul. Kalau jam pelajaran berakhir tapi dosennya belum selesai, biasanya studenten ada yang keluar duluan, sebab mungkin dia punya rencana lain, atau memang ini sudah waktunya selesai kok belum selesai, jadi ya ditinggal aja he..he.. Perlu berlatih bicara seperlunya, sistematis, mana yang penting mana yang tidak, tidak repetitif tapi jelas. Hemmm…. semoga saja saya juga jadi terlatih bisa efisien bicara ^_^ Oh iya, saya juga belum pernah menjumpai dosen ijin pada jam mengajar, atau menggagalkan jam kuliah karena dosennya ada acara lain, seingat saya belum pernah.

more…