Archive for ◊ 2009 ◊

Author:
• Wednesday, November 18th, 2009

Perjalanan cita-cita ini  masih panjang

sementara perjalanan usia semata rahasia-Mu

maka berilah aku kesempatan demi kesempatan yang tak habis dipinta

berilah kesehatan dan bebaskan dari segala penyakit

tolonglah dalam menegaskan niat dan memelihara, di awal, di tengah, dan di akhir

ingatkanlah selalu pada gelora hati yang membara

untuk mengejar pahala Mu

dengan kerja keras dan kerja-kerja nyata

agar bersama-sama semakin banyak yang bersujud padaMu

Share
Category: Langkah  | Tags:  | Leave a Comment
Author:
• Thursday, November 12th, 2009

Hi Blog,

udah lama ga nengok, maaf nie..

kemarin2 bermasalah dengan provider hostingan dan domain

bbrp hari lalu dah berhasil diaktifkan..

jadi banyak momen yang tidak terpotret..

nanti insyaAllah kita sambung kembali ^_^

harus nyetrika dan nginstal software hari ini

wish me luck!

Share
Category: Langkah  | Leave a Comment
Author:
• Sunday, August 30th, 2009

berlanjut….

2. Ibu mulai mengingat-ingat, sejak kapan ibu jadi orang tua yang nyebelin. Mumpung masih sadar, ibu berusaha sesegeranya memperbaiki diri, mencari akar masalah, dan melakukan aksi penyelamatan. Percaya atau tidak, dengan kita ‘terlatih’ atau terbiasa bersikap sesuatu terhadap anak, maka sikap tersebut akan menyatu dan seolah-olah it’s okay. Misalnya, seorang ibu yang pernah sekali dua kali meninggalkan anak untuk keperluan yang tidak syar’i akan timbul rasa bersalah, tetapi ketiga keempat kali dan seterusnya, lama-lama hatinya menjadi hambar, dan meninggalkan anak tanpa keperluan yang syar’i menjadi ‘ringan’ saja bahkan akan muncul berbagai justifikasi untuk membenarkan perilakunya. Misalnya lagi, seorang ibu yang terbiasa tuh kan…. makanya… tadi kan ibu sudah bilang… kamu sih bandel, sekali dua kali, ketiga empat kali dan seterusnya, maka tanpa sadar akan menjadi ibu yang bawel.

Nah, ibu makin menyadari ada sikap yang keliru terhadap mba nana, yaitu ngomel-ngomel. Dan ini terjadi menjelang tidur, dimana mba nana masih ingin bermain, sementara ibu sudah teler. Fisik ibu sudah sangat capek dengan aktifitas seharian, benar-benar tidak bertenaga, sehingga tidak mampu mengimbangi mba nana yang masih ingin main. Di saat-saat ini biasanya ibu mulai ngomel-ngomel, mba nana ibu sudah capek, mba nana bobo ibu capek, … kalau sudah demikian, bukannya mba nana jadi diem, malah jadi nangis, kadangkala kalau liat ibu sudah sewot.. mba nana jadi melirihkan suaranya ibu..ibu barney..ibu ambilin susu bantal..ibu mau air putih.. dengan suara yang lirih berbisik. Astaghfirullahaladhimm… putri Latifa yang berhati lembut..maafkan ibu nak..

more…

Share
Category: Ramadhan  | Tags: ,  | Leave a Comment
Author:
• Saturday, August 29th, 2009

Ibu sudah beberapa hari tidak puasa, terasa aura ramadhan mengendur, sehingga ibu harus membuat langkah-langkah cadangan agar semangat Ramadhannya tidak menurun. Ibu mengganti aktifitas ibadah yang sudah disusun selama Ramadhan dengan tholabul ‘ilmi. Membaca beberapa tulisan berbahasa Inggris untuk menyegarkan kembali ingatan bahasa englais yang muruluk ga kepake :D

Masih diliputi suasana deg-degan menantikan visa mba nana, tidak pernah terbayang bakal merasa tertekan seperti ini, tidak pede membayangkan kuliah yang akan sedikit terlambat. Semoga Ramadhan syahrul mubarak memberikan berkahnya untuk kami sekeluarga sehingga dapat segera berkumpul. Mohon doa saudara sahabat sekalian.

Beberapa catatan Ramadhan beberapa hari belakangan ini:

1. Ibu mengikuti privat Tahsin, senaja mencari guru tahsin untuk meyakinkan bacaan Qur’an ibu. Kalau ibu runut ibu belajar Qur’an kecil dulu di surau diajar oleh Lek Jamil bergantian dengan beberapa orang lain kalau tidak salah Cak Yanto, Wak Jamus. Paralel dengan di SD dari kelas 1 hingga 6 guru agamanya sama yaitu Bu Latifah, yang menggembleng bacaan Qur’an ibu. Sempat diajari qiro’ah biasanya untuk tampil di acara Mauludan, Isra’ Mi’raj, atau pesantren ramadhan di SD. Kemudian di usia-usia SD itu pula, di surau ada guru baru (astaghfirullah sampai lupa namanya). Beliau ini dalah lulusan sebuah pesantren yang datang ke tempat kami untuk berdakwah. Siang hari beliau bekerja sebagai kuli sawah, sore hari mengajar anak-anak mengaji di surau. Saya ingat betul guru ini kerap memberikan kue-kue dan makanan untuk anak-anak dari hasilnya bekerja di sawah, sehingga makin lama semakin banyak saja muridnya. Tetapi entah mengapa, sebuah peristiwa yang tidak dapat saya pahami dengan jelas membuat guru baik hati ini terusir dari kampung saya.

more…

Share
Category: Ramadhan  | Tags: ,  | Leave a Comment
Author:
• Monday, August 24th, 2009

Alhamdulillah berkah Ramadhan semakin bertambah dengan siraman ruhani dan kajian ilmu yang sangat bermanfaat. Menemani sahur mengikuti Tafsir Al Misbah oleh Prof.Quraish Shihab. Kemudian menghadiri undangan kajian ilmu jam 9-12 tentang ‘Mengelola Keuangan Keluarga.’ Mudah-mudahan ada manfaatnya jika ilmu ini dibagi.

Masalah keuangan rumah tangga merupakan hal yang sangat sensitif, bahkan bagi suami istri itu sendiri. Dikatakan 30% penyebab perceraian adalah soal keuangan keluarga. Demikian pula komunikasi suami istri menjadi sangat sulit jika menyangkut uang. Suami sebagai penanggung kewajiban mencari nafkah bisa sangat sensitif jika yang disinggung adalah kemampuannya soal uang. Dikatakan istri yang menyindir-nyindir suaminya soal uang (padahal suami telah bekerja keras) adalah istri durhaka, tidak shalihat, dan bahkan bisa saja telah terjadi nusyuz. Tentunya kita para istri ingin dinilai oleh Allah dan suami sebagai istri shalihat. Sehingga memang perlu ilmu mengelola keuangan keluarga, jangan sampai diem-diem terbelit hutang, terjebak riba, psikologi dan ruhani terganggu, marah-marah, tensi rumah menjadi tinggi, anak-anak yang menjadi korban kekerasan verbal maupun fisik. Na’udzubillah! Keuangan keluarga, banyak dan sedikitnya, alangkah baiknya dikelola, sehingga optimum dalam beramal dan tenang dalam beribadah kepada Allah.

more…

Share
Category: Ramadhan  | 5 Comments
Author:
• Sunday, August 23rd, 2009

Alhamdulillah berjumpa dengan bulan suci Ramadhan. Setiap kali Ramadhan, akan selalu relevan untuk membaca Risalah Ramadhan, dan membuat ancangan target/komitmen Ramadhan.   Ramadhan kali ini benar-benar menjadi syahrul jihad, setidaknya itu yang saya rasakan.  Tetapi bulat-bulat saya percaya bahwa dengan melimpahnya berkah dan ampunan Allah, maka pertolongan-Nya akan saya peroleh, tentu sayapun harus habis-habisan menarik perhatian-Nya.

Sore R-1 masih mengejar2 urusan dokumen dan beberapa keperluan yang harus dibeli, niatnya hendak packing, tapi waktu belum mencukupi, sehingga pembersihan kamar tidur dapat dilakukan sesudah maghrib (masuk R1), shalat tarawih dilakukan di rumah sendiri ketika mba nana sudah terlelap.  Komitmen Ramadhan & jadwal teknis untuk mencapainya sudah diketik, belum sempat di print. Alhamdulillah tidak menyiakan waktu di tempat belanja (persiapan pindahan), krn kebutuhan2 belanja sudah dihabiskan/diselesaikan sebelum Ramadhan.  Untuk persiapan pindahan ini saya belanja kebutuhan untuk abah, mba nana, dan saya sendiri.  Well I love shopping, sampai di batas ujung-ujungnya kemarin saya benar-benar muak untuk belanja, menggesekkan kartu debet kesana kemari.  Enough is Enough.  Seperti makanan enak saja, kalau kebanyakan juga mual dan muntah.  Semoga Allah melindungi saya dari sifat israf (berlebih-lebihan).

Di pagi hari dalam perjalanan pulang, saya menjumpai seorang ibu pemulung mengorek sampah, membawa gerobak di dalamnya terdapat anak perempuan, mungkin seusia mba nana, dan adiknya bayi perempuan yang dipangkunya.  Duh ya Allah, ini ladang amal yang Kau sediakan untukku.  Tetapi di rumah masih ada perasaan menyesal, sebenarnya saya bisa ngasih lebih banyak lagi.  Ahhh kesempatan emas yang tidak dimanfaatkan dengan optimum.

Tilawah bada subuh sungguh nikmat,  demikian pula tilawah sambil menunggui mba nana makan.  Biasanya sesudah tidur siang yang cukup panjang, mba nana akan merasa lapar,  sudah saya siapkan makanannya, sehingga ketika bangun ibu tinggal menemani mba makan sambil tilawah (ini resep yang baru ketemu :D ).  Untuk berbuka juga Alhamdulillah tidak berselera lagi mempersiapkan masakan yang aneh-aneh, ingin seringan-ringannya, kalau perlu beli saja, tapi jangan menjelang berbuka, jalanan macet, orang pada turun ke jalan untuk jajan, kenapa harus begini ya tiap jelang buka :(   Sebelum berbuka ada aktifitas-aktifitas lain yang tak kalah nikmat, misal menikmati kajian bareng di TV atau bercengkrama berbagi ilmu di rumah dengan keluarga,  atau mengisi detik-detik jelan berbuka dengan tilawah, sehingga terasa komplit puasanya, waktu berbuka jadi terasa terjiwai sekali, dengan untaian doa-doa yang dipanjatkan. Subhanallah sedap sekali puasa seperti itu.

Tetapi kemarin ada kesalahan teknis saat berbuka, karena mbah putri masak sayur cabe, maka saya senaja berbuka dengan air putih saja dulu,  dan langsung makan sayur cabe yang menggoda, tidak ta’jil yang manis-manis lalu sholat maghrib. Sehingga masih terasa makan secara berlebihan.  Semoga dapat diperbaiki di hari selanjutnya.

R-1 masih ada yang kurang yaitu daftar harapan (wish list) belum dibuat serius atau diuntai sehingga bisa runut disebut dalam doa-doa, bukan apa-apa, khawatir melewatkan kesempatan emas di bulan penuh rahmat dan ampunan.  Iya saya benar-benar seorang ‘oportunis’ di bulan Ramadhan ini, maunya segala diminta ke Allah, yah mungkin masih beginilah tingkat penghambaannya,  dan semoga Allah berkenan memperbaiki jenak-jenak penghambaan ini untuk bisa sebenar-benarnya menjadi hamba-Nya.  Sebagaimana doa yang sekarang telah dihafal mba nana : Allahumma a’inni ‘alaa dzikrika, wa syukrika, wa husni ibadaaatika.  Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat Mu, mensyukuri Mu, dan beribadah dengan baik kepada Mu.  Amiin..Amiin..Amiinn..

Share
Category: Ramadhan  | Leave a Comment
Author:
• Saturday, August 22nd, 2009

Fresh from the oven, bagi sahabat yang memerlukan informasi produk yang telah memiliki sertifikasih halal LP POM MUI, dapat melakukan pencarian di sini Direktori Produk Halal – Halal Guide, klik disini http://www.direktorihalal.com/ Semoga bermanfaat, insyaAllah kami akan terus berusaha memperbaiki dan memberikan pelayanan terbaik bagi sahabat. Semoga Allah memudahkan dan memberi pertolongan serta kelapangan dan keistiqomahan kepada kami untuk memberikan sebesar-besar manfaat bagi ummat.

Share
Category: Langkah  | Leave a Comment
Author:
• Friday, August 21st, 2009

Saudara sahabat rekan sekalian, selamat menunaikan ibadah di bulan suci Ramadhan, semoga Allah memberikan kemudahan, kesehatan, semangat, dan kebaikan-Nya untuk beribadah, menyambut dengan berbahagia, saya sekeluarga memohon maaf atas segala khilaf, lalai, dan salah. -mohon saling mendoakan agar kita berbahagia mencapai berkah2 Ramadhan-

wass,
Didin & Keluarga

Share
Category: Ramadhan  | Leave a Comment
Author:
• Friday, June 26th, 2009

Judulnya mengemis, kayak lagu dangdut :D

Ini nasyid abadi dari The Zikr, selalu cocok buat saya ^_^

kalau mau cari di youtube klik disini ya ^_^

Tuhan dulu pernah aku menagih simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta
Lalu terheretlah aku dilorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi parah

Semalam sudah sampai ke penghujungnya
Kisah seribu duka ku harap sudah berlalu
Tak ingin lagi kuulangi kembali
Gerak dosa menghiris hati

Tuhan dosaku menggunung tinggi
Tapi rahmat-Mu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitis nikmat-Mu di bumi

Tuhan walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunan-Mu tak pernah bertepi
Bila selangkah kurapat pada-Mu
Seribu langkah Kau rapat padaKu

Share
Category: Tafakur  | Tags:  | 4 Comments
Author:
• Sunday, June 14th, 2009

Di penghujung malam ini, air mata tidak terbendung, perasaan membuncah, campur aduk menjadi satu. Ya Allah..berikanlah aku kesempatan..untuk pulang…

Share
Category: Tafakur  | 4 Comments