Alhamdulillah berjumpa dengan bulan suci Ramadhan. Setiap kali Ramadhan, akan selalu relevan untuk membaca Risalah Ramadhan, dan membuat ancangan target/komitmen Ramadhan. Ramadhan kali ini benar-benar menjadi syahrul jihad, setidaknya itu yang saya rasakan. Tetapi bulat-bulat saya percaya bahwa dengan melimpahnya berkah dan ampunan Allah, maka pertolongan-Nya akan saya peroleh, tentu sayapun harus habis-habisan menarik perhatian-Nya.
Sore R-1 masih mengejar2 urusan dokumen dan beberapa keperluan yang harus dibeli, niatnya hendak packing, tapi waktu belum mencukupi, sehingga pembersihan kamar tidur dapat dilakukan sesudah maghrib (masuk R1), shalat tarawih dilakukan di rumah sendiri ketika mba nana sudah terlelap. Komitmen Ramadhan & jadwal teknis untuk mencapainya sudah diketik, belum sempat di print. Alhamdulillah tidak menyiakan waktu di tempat belanja (persiapan pindahan), krn kebutuhan2 belanja sudah dihabiskan/diselesaikan sebelum Ramadhan. Untuk persiapan pindahan ini saya belanja kebutuhan untuk abah, mba nana, dan saya sendiri. Well I love shopping, sampai di batas ujung-ujungnya kemarin saya benar-benar muak untuk belanja, menggesekkan kartu debet kesana kemari. Enough is Enough. Seperti makanan enak saja, kalau kebanyakan juga mual dan muntah. Semoga Allah melindungi saya dari sifat israf (berlebih-lebihan).
Di pagi hari dalam perjalanan pulang, saya menjumpai seorang ibu pemulung mengorek sampah, membawa gerobak di dalamnya terdapat anak perempuan, mungkin seusia mba nana, dan adiknya bayi perempuan yang dipangkunya. Duh ya Allah, ini ladang amal yang Kau sediakan untukku. Tetapi di rumah masih ada perasaan menyesal, sebenarnya saya bisa ngasih lebih banyak lagi. Ahhh kesempatan emas yang tidak dimanfaatkan dengan optimum.
Tilawah bada subuh sungguh nikmat, demikian pula tilawah sambil menunggui mba nana makan. Biasanya sesudah tidur siang yang cukup panjang, mba nana akan merasa lapar, sudah saya siapkan makanannya, sehingga ketika bangun ibu tinggal menemani mba makan sambil tilawah (ini resep yang baru ketemu
). Untuk berbuka juga Alhamdulillah tidak berselera lagi mempersiapkan masakan yang aneh-aneh, ingin seringan-ringannya, kalau perlu beli saja, tapi jangan menjelang berbuka, jalanan macet, orang pada turun ke jalan untuk jajan, kenapa harus begini ya tiap jelang buka
Sebelum berbuka ada aktifitas-aktifitas lain yang tak kalah nikmat, misal menikmati kajian bareng di TV atau bercengkrama berbagi ilmu di rumah dengan keluarga, atau mengisi detik-detik jelan berbuka dengan tilawah, sehingga terasa komplit puasanya, waktu berbuka jadi terasa terjiwai sekali, dengan untaian doa-doa yang dipanjatkan. Subhanallah sedap sekali puasa seperti itu.
Tetapi kemarin ada kesalahan teknis saat berbuka, karena mbah putri masak sayur cabe, maka saya senaja berbuka dengan air putih saja dulu, dan langsung makan sayur cabe yang menggoda, tidak ta’jil yang manis-manis lalu sholat maghrib. Sehingga masih terasa makan secara berlebihan. Semoga dapat diperbaiki di hari selanjutnya.
R-1 masih ada yang kurang yaitu daftar harapan (wish list) belum dibuat serius atau diuntai sehingga bisa runut disebut dalam doa-doa, bukan apa-apa, khawatir melewatkan kesempatan emas di bulan penuh rahmat dan ampunan. Iya saya benar-benar seorang ‘oportunis’ di bulan Ramadhan ini, maunya segala diminta ke Allah, yah mungkin masih beginilah tingkat penghambaannya, dan semoga Allah berkenan memperbaiki jenak-jenak penghambaan ini untuk bisa sebenar-benarnya menjadi hamba-Nya. Sebagaimana doa yang sekarang telah dihafal mba nana : Allahumma a’inni ‘alaa dzikrika, wa syukrika, wa husni ibadaaatika. Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat Mu, mensyukuri Mu, dan beribadah dengan baik kepada Mu. Amiin..Amiin..Amiinn..
Recent Comments