Archive for ◊ December, 2009 ◊

Author:
• Wednesday, December 30th, 2009

Di Belanda, seperti kebanyakan negara industri yang maju, usia harapan hidup manusia memang tinggi.  Sejak pelajaran geografi di SMP  menuliskan statistik tentang usia harapan hidup, baru sekaranglah saya ‘ngeh’ apa itu maknanya.  Angka harapan hidup yang tinggi menunjukkan rata-rata usia penduduk meninggal di usia-usia yang cukup senja, sangat senja bahkan kalau ukuran Indonesia, diatas tujuh puluh tahunan.  Cukup sering pula saya jumpai kakek nenek tujuh puluh depalan puluh tahunan yang masih bisa mandiri, memakai kursi motornya untuk belanja sendiri, berjalan di trotoar, menuntun anjing, atau reuni kecil dengan teman-temannya.

Memanglah umur rencana Tuhan semata, tapi ini adalah penerawangan sebagai manusia, apa yang menyebabkan rata-rata usia manula negara maju bisa demikian tinggi? Mengapa rata-rata orang bisa hidup lebih lama?

Mungkin itulah definisi kesejahteraan (well being) dari sisi terpenuhinya kebutuhan dasar hidup, makanan, air bersih, pakaian, tempat tinggal, fasilitas kesehatan, kemudahan transportasi, lingkungan yang relatif lebih bebas polusi,  dan jaminan hari tua.

Di kampung saya, dan mungkin juga terjadi pada sebagian besar penduduk Indonesia (dan mungkin jutaan poor people di berbagai dunia), saya acap menjumpai seseorang yang dari usia mudanya setiap hari harus  membanting tulang (sedemikian keras) untuk dapat menyambung hidup hari ini, kadang untuk sekolahpun demikian berat, padahal di sistem kapitalis yang sekaligus feodalis ini, maka pendidikan itulah kiranya, yang dapat menjadi jalan keluar dari lingkaran kesulitan ekonomi.

more…

Share
Author:
• Saturday, December 26th, 2009

Di kelas cTDG (certification of Technology, Development, and Globalization), saya bertemu dengan seorang teman, Josephine Smits. Dia adalah seorang pendiri dan director sebuah NGO Wanda Foundation (Wanda berarti ‘People’),  sebuah NGO yang bergerak dibidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi untuk masyarakat  miskin terutama wanita dan anak-anak (sebagian besar masyarakatnya memang sangat miskin, sebab pula baru keluar dari perang saudara) di negara asalnya, Sierra Leon, sebuah negara miskin di Afrika barat.

Josephine diangkat anak oleh orang Belanda sehingga berkewarganegaraaan Belanda, setelah menempuh pendidikan dan bekerja, hatinya tergerak melihat kondisi tanah airnya yang kian memburuk seusai perang suku tahun 2002, dia mendirikan Wanda dengan uang hasil bekerja, bersama suaminya dan sedikit kru bermarkas di Belanda, untuk menggalang bantuan finansial dan non finansial untuk development di Sierra Leon.

Josephine bekerja dari hulu ke hilir, dari mulai menggalang dana dari sekolah-sekolah, lembaga-lembaga, bepergian untuk bernegosiasi dengan lembaga donor,  hingga harus mengatur rencana penyaluran bantuannya, agar bernilai guna dan sustainable.  Sebab ini bukan soalan memberi sedekah kepada fakir miskin, spending money, tapi membuat perubahan, membangun sebuah bangsa, membangun berarti terlibat dengan budaya dan cita-cita sebuah masyarakat.

Josephine mengikuti cTDG untuk membangun frameworks akademis, sebab tantangan yang dihadapi baik ketika bernegosiasi ataupun ketika menerapkan sebuah proyek development semakin kompleks.  Sejauh ini kita berdua mengambil kelas yang sama Technology and Development An Introduction dan Development Economics, dibawah asuhan profesor kita (tercinta, sy ngefans nie :D ) Arora Saurabh.

more…

Share
Author:
• Saturday, December 26th, 2009

Hoaaahhhhh beginilah hidup di negara dingin, cukup sulit buat saya beradaptasi. Musim dingin semakin mendingin menjelang natal, dan salju turun sejak 16 Desember. Sepanjang malam hingga pagi (paginya jam 10 loh) jadi sekitar 15 jam terus menerus hujan salju yang deras, sehingga ketebalan saju 20 – 40 cm. Suhu rata-rata -2 sampai -10 derajat celcius. Tapi memang saljunya ‘buruk’ biasanya siklus lima belas tahunan.

Mba nana lebih cepat adaptasinya, mungkin karena masih anak-anak, termostat suhu tubuhnya belum tersetel untuk suhu tertentu. Mba nana dengan asyik bermain salju, meski bibirnya membiru dan air matanya menetes karena dingin, tapi tetap bisa ceria main salju, dan ga mau pulang.

Kalau saya, boro-boro main salju, hoream, malas keluar rumah, maunya selimutan aja terus dan makan xixixixixi
kadang membuat makanan ke dapur juga malas, dan lebih banyak tiduran aja..
kalau mba nana eek dan harus diombehan wadawwww meski pake air hangat, tapi menginjak lantai kamar mandi itu loh dinginnya. Laptop juga klau dipegang dingin.

Saya juga harus berhemat dengan pemanas, tidak semua ruangan dinyalakan pemanas, sebab charge untuk kelebihan pemakaian yang tidak biasa, gila-gilaan euy sebab kami tinggal di rumah penduduk, bukan di student house, sehingga charge untuk energi dan sejenisnya mahal minta ampyun.

Yaahhh I have to learn to live with it
siapa suruh pergi ke Belanda +))(*&^%%$$

Share
Author:
• Friday, December 25th, 2009

Kesejahteraan (well being) bisa menjadi takaran yang personal, meski lebih sering kesejahteraan dinisbatkan kepada terpenuhinya kebutuhan hidup (materi) dan kepuasan pribadi (self satisfaction, status, pengakuan).  Bicara kebutuhan hidup menjadi personal pula, sebab beda orang beda menerjemahkan mana yang kebutuhan mana yang keinginan yang menjelma menjadi kebutuhan (baginya).

Dan akhirnya, lain-lain pula cara orang mengejar apa yang disebutnya sejahtera.  Ada yang dari pagi hingga malam melakukan rencana-rencananya untuk sejahtera, keluarga bisa diatur-atur, sebab satu tujuan mulia (menurutnya), atas nama kesejahteraan.  Ada pula yang seumur hidup mengejar satu demi satu yang disebut mimpinya, dikiranya setelah mimpi yang keseratus tercapai, maka dia telah melengkapi kesejahteraan, tetapi muncul lagi resolusi ke dua ratus, dimana dia terpacu lagi untuk mencapainya. Seperti bayangan dirinya dipagi hari, yang terus dikejarnya, semakin maju dirinya, semakin maju pula bayangannya, tak henti berlari, tak henti pula bayangannya.

Nanti setelah senja, ada yang menghitung kesuksesannya, ada pula yang menyesalinya, ada pula yang mengkader keturunannya untuk terus mengejar mimpinya.  Kalau sudah begini, pertanyaannya menjadi, apa yang benar-benar berarti untuk menyelamatkannya kelak, apa yang benar-benar berarti di mata-Nya.

Mumpung masih ada nafas, mumpung pula belum tigapuluh tahun, tak ada salahnya menengok kedalam lagi, merancang rencana agar langkahnya memang menguntungkan baginya (kelak kalau Dia bertanya).

—-

bonus track dari om Opick “Bila Waktu Tlah Berakhir” ^^

Share
Category: Bonus Track, Tafakur  | Tags: ,  | Leave a Comment
Author:
• Tuesday, December 22nd, 2009

Tak ada ibu , tak ada ibu
yang bodoh di dunia ini
walaupun ibu, walaupun ibu, ada yang tidak bersekolah tinggi

Tak ada ibu, tak ada ibu
yang tak punya hati nurani
walaupun ibu, walaupun ibu, ada sisi gelap yang tersembunyi

Tak ada ibu, tak ada ibu
yang tak mengenal Tuhannya
walaupun ibu, walaupun ibu, dia belum-belum teguh beriman

Tak ada ibu, tak ada ibu
yang tak kuat dan tangguh
walupun ibu, walaupun ibu, sesekali pasti dia mengeluh

Semua ibu adalah bintang
Semua ibu patut disayang
Semua ibu pasti memberikan yang terbaik tuk generasi masa depan

——--

“Selamat Hari Ibu”
“Rabbighfirli waliwaalidaiyya warhamhuma kamaa rabbayanii shaghiira”
“Semoga sisa usia ibu semakin berkah, hatinya diliputi kebahagiaan yang melimpah, diberikan kesehatan lahir batin untuk semakin taat beribadah”
“Semoga anak-anaknya senantiasa diberikan hidayah, kasih sayang, dan kesempatan untuk berbuat baik & berbakti kepada Ibu-Bapak”

*theme song parenting talkshow: Untukmu Ibu Indonesia
by : Mba Neno Warisman
picture by: Mba Mimien, albirru.multiply.com

————

Dari om Opick, satu rindu, persembahan untuk ibu :)

Satu Rindu

Opick feat Amanda

Hujan  kau ingatkan Aku
Tentang Satu Rindu
Dimasa Yang Lalu
Saat Mimpi Masih Indah Bersamamu

Terbayang Satu Wajah
Penuh Cinta Penuh Kasih
Terbayang Satu Wajah
Penuh Dengan Kehangatan
Kau Ibu Oh Ibu

more…

Share
Category: Bonus Track, Tafakur  | Tags: ,  | Leave a Comment
Author:
• Friday, December 18th, 2009

Kami sekeluarga mengucapkan selamat tahun baru 1431 Hijriyah

Semoga harapan baik, kesehatan, kesuksesan, dan terutama ibadah yang semakin meningkat di tahun yang baru :)

** khusus ibu berharap semoga di tahun yang baru ibu bisa menjadi lebih rendah hati dan lebih taat beribadah kepada-Nya

Share
Category: Tafakur  | Tags:  | Leave a Comment
Author:
• Monday, December 14th, 2009

Alhmdulillah, urusan hosting dan domain yang sebelumnya di oper-oper oleh provider yang kurang (atau ga aja dech) profesional, akhirnya terselesaikan.

Kredit untuk provider hosting & domain Idwebhost, tempat wanakalapa bernaung sekarang, semoga terus profesional dan bisnisnya langgeng ya, sehingga saya ga harus migrasi yang ternyata cukup refot (tuh didoain konsumen yang puas ^^).

Dengan super kilat kemarin membeli domain baru wanakalapa.com untuk menggantikan wanakalapa.net yang nasibnya terkatung-katung :(

install wordpress 2.7.1 (yang lama dulu dech, ntar diupdate gampang),

update SQL, dg sedikit masalah dan trik, dan tadaaaaaa my blog is back http://ibu.wanakalapa.com Alhamdulillah :)

Masih ada beberapa pekerjaan teknis yang tersisa :

- mengembalikan website si cantik http://mbaknana.wanakalapa.com

- mengembalikan website abah http://abah.wanakalapa.com (mungkin biar abah sendiri yang mengerjakan )

- dan membuat website untuk ‘pekerjaan’ baru saya, yaitu http://development.wanakalapa.com (untuk menampung pemikiran dan tulisan saya tentang development, economics, poverty alleviation, technology, innovation). Yang ini mau rada sirius dikit, tanggung jawab akademis gitchu ^^V

Tapi mungkin akan mulai dikerjakan sesudah Rabu, ada dua hal yang cukup penting juga untuk diselesaikan:

- Senin memoderasi diskusi Development & the Environment, jadi harus mantengin Amy Goodman di http://democracynow.org biar ga ketinggalan update Copenhagen, dan bisa membawa isu-isu menarik dalam diskusi (biar ga malu2in negara berkembang :D ).

- Selasa-Rabu : menyelesaikan perbaikan tulisan “Transition Management: Kerosene to LPG Conversion in Indonesia”.  Topik yang juga menarik.

dan akhir minggu ini akan install, memperbaiki, & mengembalikan website-website diatas, can’t wait!

Share
Category: Langkah  | Tags:  | Leave a Comment