Di Belanda, seperti kebanyakan negara industri yang maju, usia harapan hidup manusia memang tinggi. Sejak pelajaran geografi di SMP menuliskan statistik tentang usia harapan hidup, baru sekaranglah saya ‘ngeh’ apa itu maknanya. Angka harapan hidup yang tinggi menunjukkan rata-rata usia penduduk meninggal di usia-usia yang cukup senja, sangat senja bahkan kalau ukuran Indonesia, diatas tujuh puluh tahunan. Cukup sering pula saya jumpai kakek nenek tujuh puluh depalan puluh tahunan yang masih bisa mandiri, memakai kursi motornya untuk belanja sendiri, berjalan di trotoar, menuntun anjing, atau reuni kecil dengan teman-temannya.
Memanglah umur rencana Tuhan semata, tapi ini adalah penerawangan sebagai manusia, apa yang menyebabkan rata-rata usia manula negara maju bisa demikian tinggi? Mengapa rata-rata orang bisa hidup lebih lama?
Mungkin itulah definisi kesejahteraan (well being) dari sisi terpenuhinya kebutuhan dasar hidup, makanan, air bersih, pakaian, tempat tinggal, fasilitas kesehatan, kemudahan transportasi, lingkungan yang relatif lebih bebas polusi, dan jaminan hari tua.
Di kampung saya, dan mungkin juga terjadi pada sebagian besar penduduk Indonesia (dan mungkin jutaan poor people di berbagai dunia), saya acap menjumpai seseorang yang dari usia mudanya setiap hari harus membanting tulang (sedemikian keras) untuk dapat menyambung hidup hari ini, kadang untuk sekolahpun demikian berat, padahal di sistem kapitalis yang sekaligus feodalis ini, maka pendidikan itulah kiranya, yang dapat menjadi jalan keluar dari lingkaran kesulitan ekonomi.

Di kelas cTDG (certification of Technology, Development, and Globalization), saya bertemu dengan seorang teman, Josephine Smits. Dia adalah seorang pendiri dan director sebuah NGO
Hoaaahhhhh beginilah hidup di negara dingin, cukup sulit buat saya beradaptasi. Musim dingin semakin mendingin menjelang natal, dan salju turun sejak 16 Desember. Sepanjang malam hingga pagi (paginya jam 10 loh) jadi sekitar 15 jam terus menerus hujan salju yang deras, sehingga ketebalan saju 20 – 40 cm. Suhu rata-rata -2 sampai -10 derajat celcius. Tapi memang saljunya ‘buruk’ biasanya siklus lima belas tahunan.
Tak ada ibu , tak ada ibu