16 November ini si cantik 16 bulan. Seperti biasa, mba menanti ibu shalat subuh sambil duduk di ujung kasur tanpa dipan, terkadang mba turun mendekat ibu, dan main cilukba di mukena ibu, terkadang pula ibu harus membopong-turunkan mba sembari berdiri rukuk sujud, terkadang ibu jadi mundur-mundur posisinya karena mba sholat di depan ibu, atau terkadang dengan posisi darurat yang musykil, ibu harus melanjutkan rakaat berikutnya dengan duduk dan memegangi mba.
Pagi ini setelah ibu selesai shalat, ujug-ujug mba menyenandungkan salah satu lagu yang ibu mainkan
ki ki ki ada spedah
kudapat dari aabbah
karna rajin bekerja
masyaAllah.. nak cantik sudah bisa tiga kalimat, Alhamdulillah.. sekarang kalau bernyanyi lagu yang ibu ajarkan mulai terdengar utuh lagunya..
baris kedua lagu itu dilewatkan.. selalu begitu.. setiap lagu ada saja kata atau kalimat yang dilewatkannya 
Ketika 14 bulan, mba bisa mengikuti akhiran-akhiran lagunya saja
sebulan kemudian satu kata yang bisa diikuti, dan sekarang mba mulai bisa mengikuti kalimat-kalimat lagu.. Allah ilhamkan banyak hal pada bayi-bayi mungil para bunda…masyaAllah..
Di 16 sasi ini, mba tergolong ‘terlambat’ berjalan seperti kata orang-orang. Alhamdulillah ibu lihat ada kemajuan pesat, sudah mulai berani melangkah empat, enam, atau delapan langkah. Dengan masih kelihatan takut-takutnya, sekaligus girangnya bukan main kalau berhasil langkah, bertepuk tangan, dan minta disoraki ditepukin tangan sama yang lain. Anak abah teh.. he…
Ibu sering menstimulasinya, dengan mendorong kursi, pake kain samping, dituntun-tuntun ke jalan. Tapi ibu juga menyadari ibu kurang menstimulasi dari dulu, dulu mba lebih sering digendong. Ibu juga melihat upaya mba yang jatuh bangun belajar jalan, mengharukan memang..kayak filem he..:D Tapi mba masih juga belum terlihat berjalan dengan lincah. Ibu dulu bisa jalan juga terbilang terlambat, 20 bulan, abahnya juga terbilang terlambat, 18 bulan. Jadi si cantik memperbaiki rekorlah, 16 bulan dah melangkah dikit-dikit
Maka itu, suatu hari sesudah sore yang menguras emosi lagi melelahkan, seorang kolega lama ibu yang sudah empat tahun tak jumpa menyapa di YM.
Asw. Anaknya dah gedhe ya berapa bulan
Alaykumussalam.wr.wb. Alhamdulillah, 15 bulan
Dah bisa jalan dong..
lagi proses kayaknya..
wah kok bisa, anakku aja yg pertama 9 bulan dah jalan, yang kedua 10 bulan dah jalan..
tiap anak unik, ga bisa disama2kan, nanti malah terjebak mengkompetisikan anak..
periksakan ke dokter tuh, kasian anakmu, kurang perhatian yah, kamu sih sibuk aja..anakmu ga keurus
emang abang tau kesibukanku sehari-hari bagaimana, anakku diasuh siapa
kalau ga punya basis pengetahuan yang lengkap akan seseorang, sesuatu, jangan suka mengambil kesimpulan sendiri, iya kalau benar, kalau salah…
siapa yang nuduh, marah ya..
jadi seorang ibu itu non stop working time, ga ada libur, miskin apresiasi pulak
coba saja kalimat yang sama, sampaikan ke istri abang, marah ga dia. Udahlah waktunya tidak tepat, lain kali saja kalau sudah tenang. Assalamu’alaykum..
he..he.. si abang ini kasian juga.. ga tau serius ga tau bercanda.. kalau bercanda juga waktunya ga tepat, tapi juga menurut ibu becandaan yang amat tidak lucu. Padahal kalau ibu ingat-ingat, abang nie orang yang mudah ketawa dan paling waras diantara sekian orang ‘ajaib’ di institusi pemerintah yang ngurusi Pemilu, tempat ibu kerja rodi dulu
Hanya saja… hati ibu sempat miris, mengingat jatuh bangunnya ibu ngasuh si cantik, dan jatuh bangunnya si cantik belajar berjalan. Atau mungkin saja.. ini mah yang teriritasi adalah bagian ketidakikhlasan ibu dalam mengasuh anak.. mungkin yang itu.. astaghfirullahaladziiimm…