Archive for » 2008 «

yaa Allah hapuskanlah duka dari wajah saudara kami

***Sedih di hati lukanya pedih
saat kumendengar kabar Filistin

Mungkin hanya doa yang dapat terucap
Maafkanlah kami yang tlah melalaikan
Maafkan..

Ya Allah yang Maha Pengasih lindungi mereka
Ya Allah yang Maha Pemurah tabahkan mereka
Ya Allah hapuskanlah duka dari wajah saudara kami
Ya Allah ya Ilahi dengarkanlah kami…

Mungkin hanya doa yang dapat terucap
Maafkanlah kami yang tlah melalaikan
Maafkan…

===

Allahumma a’izzal Islama wal muslimiinn
wanshuril mujaahidiina fii Filistin
mujaahidiina fii masyariqil ardhi wa maghoribiha
wanshurnaa ‘alayhim yaa robbal ‘alamiin…

Allahumma sholli ‘ala Muhammad
wa ‘alii Muhammad ya muslimiin shollu ‘alaihi
Allahu Akbar..Allahu Akbar..yaa Mu’izzu a’izzal ummattanaa..

*** sedikit menggubah lirik SNADA dari nasyid Air Mata Bosnia/Air Mata Aceh

STML apa Ga Fokus?

Hari ini menyenangkan… pekerjaan dari seorang klien banyak progres dalam empat jam yang dijadwalkan. Biasanya saya menyediakan waktu dua jam saja untuk pekerjaan2 ini, cuman ini kejar tayang, Alhamdulillah… Ditambah lagi hasil pekerjaannya ada yang muji..wahh..sedap deh..dasar :D

Siang hari si cantik menambah ceria saja.. apalagi polahnya yang lucu kalo niruin Hadad Alwi-Sulis…masyaAllah.. Menjelang jam tiga sore saya mandikan mba na dan segera bersiap mendatangi agenda janjian dengan teman-teman. Seperti biasa mba na harus dialihkan perhatiannnya dulu ketika ibu ijin pergi.. masih ngamuk klo liat ibu pergi.. jadi diungsikan ke rumah ibu mertua sebentar. Saya datangi rumah teman tersebut, ah ternyata sepi, anaknya yang keluar memberitahu ibunya belum pulang kerja.. bukannya kita ada janji? saya ingat rumah teman satunya lagi (yang juga seharusnya datang), segera saya melaju kesana, tapi…sepi juga..Alhamdulillah teman saya yang satu ini ada di rumah.

Mba Din.. kita kan janjian selasa sore
Iya selasa sore
Ini kan rabu sore
haahhh…astaghfirullahaladziimm..
Iya kemarin kita ga tau juga knp mba didin ga datang..

Setelah berkali-kali minta maaf saya kabur pulang…malu…
Duuhh…knp hari ini yakin sekali hari Selasa? dan apa kemarin ga tau kalau hari Selasa?? toweng…short term memory lost..STML..

Setelah saya fikir, ternyata penyebabnya adalah kelalaian (atau mungkin ga fokus), hari rabu ini saya mengerjakan agenda yang sudah direncanakan dikerjakan kemarin..empat jam kudunya ngerjain task..ternyata empat jam kemarin habis waktunya ngupload video-video si cantik, sebagai obat kangen untuk abahnya.. Jadinya hari ini berasa selasa…dan kemarin..sibuk kencan..semoga teman-teman memaafkan kelalaian saya :(

Resolusi-resolusian

Setiap akhir tahun, saya belum pernah menyempatkan diri secara khusus untuk membuat resolusi tahunan, kenapa ya?…biasanya membuat resolusi itu kapan saja, kalau memang perlu membuatnya, tapi biasanya pula itu program kerja he..ga selevel resolusi, atau juga biasanya kalau habis tobat dari suatu kesalahan itu saatnya membuat resolusi.. berarti mereun hampir tiap hari hue heh :D

Dan resolusi tersebut biasanya immateri, belum pernah menuliskan wish list, malu euy.. era.. atau karena orang jawa tea.. ga pede..ah entah, tapi rasanya wish list not my style…jadi biarkan indahnya dalam hati saja… ting ;)

Akhir tahun ini saya mengundang perempuan-perempuan shalihah cantik beriman, tapi tentu bukan orangnya, yang juga ga begitu kenal saya ^_^ Saya hanya mengumpulkan karya-karyanya di meja. Biar mereka menemani akhir tahun ini, meskipun banyak diantaranya sudah selesai saya baca. Ingin sekali menyelami rasa hati perempuan yang amat pelik, tapi hasilnya mereka menjadi perempuan-perempuan baja, yang sedaap sekali dilihat.. duhhhh semoga dapat tetesan semangat, kepandaian, dan imannya amin..amin..amin..

Apa hubungannya dengan resolusi-resolusian?
Ya.. karena setelah beberapa waktu, saya dapat klik moment yang benar-benar kena di hati.. oh yess..the pursuit of never ending happiness… saya akan mengejar kebahagiaan tiada akhir, ga peduli apa warna hari itu, saya bertekad mencecap indahnya. Dan itu juga banyak terinspirasi oleh perempuan-perempuan baja tadi. Teknisnya? lagi-lagi, memperbaiki kebiasaan buruk, atau kesalahan yang acap diulangi. Saya yang perasaaaa harus belajar cuek untuk berapa hal yang ga penting. Merujuk kata abah, Do not overtaken by events! Tuh kan… resolusi saya mah resolusi jadi-jadian he…

Category: Langkah  Leave a Comment

Rendangku Nendang

Ini mau bikin rendang, karena ada teman nitip kurban di rumah, dagingnya mau terima mateng jadi rendang :( (
Hmm.. lagian gpp lah, terima tantangan bikin rendang sendiri, biasanya juga beli, ini ada daging tiga kiloan, jadi mungkin sepadan hasilnya dengan jerih payah bikinnya he…

Mohon maaf, kalau mau bikin rendang yang lebih nendang lagi mungkin santannya dibanyakin lagi, misalnya klo saya skr 3 kelapa untuk 1 kilo daging, ada resep lebih kuno lagi 10 butir kelapa untuk 1 kilo daging. Untuk tambahannya saya bikin kelapa parut disangrai dihaluskan, ditambah 1/4 kg hati sapi direbus diparut. Dimasukkan semuanya jadi rendang lebih hitam dan wangi. Yuk kita mulai saja…Bismillah more…

Category: Dapur DKM  One Comment

Indahnya Kesabaran

Saya membacanya… dari mengangguk, terharu, sampai senyum-senyum sendiri, kena deh…
Slide yang disampaikan Aa Gym ini, semoga bermanfaat…

Bismillahirrohmannirrohiim

Di dalam bahasa Inggeris, kata Heart, yang berarti jantung digunakan sewaktu membicarakan tentang Perasaan. Di dalam bahasa Indonesia, kata Hati yang digunakan sewaktu membicarakan tentang Perasaan. Mudah mudahan kita digolongkan menjadi ahli [hati yang] sabar…amin. Karena ternyata kedudukan seseorang ditentukan oleh kualitas kesabarannya.“

Wallahu ma’ashshaabiriin.” ” dan Allah beserta orang orang yang sabar” [QS.Al Baqarah : 24 ]. Bahkan ” Wasta’iinuu bishobri washsholaah”. ” dan mintalah pertolongan kepada Alloh dengan sabar dan sholat.” [QS. Al Baqarah : 45 ]. Dalam ayat ini kata-kata sabar di dahulukan, karena orang yang tidak sabar maka sholatnya juga tidak akan khusyuk.

Begitu juga dengan pemimpin yang tidak sabar, pasti tidak akan berhasil memimpin dan akan jatuh akibat ketidaksabarannya. Oleh karena itu, orang yang tidak pernah sungguh sungguh melatih kesabaran dalam kehidupan ini, maka dia akan menderita. Karena kesabaran membuat daya tahan yang luar biasa dan benar benar memperindah pribadi seseorang. more…

Category: Tafakur  Leave a Comment

Bersama Para Jenius

Saya semakin yakin bahwa para jenius itu memerlukan orang kurang jenius untuk menghubungkannya dengan dunia normal. Bahasa lainnya, para jenius itu memerlukan perantara untuk mengartikulasikan kejeniusannya, atau kalau tidak, para jenius itu akan hidup dengan dan di dunianya sendiri.

Sejak beberapa tahun lalu, saya menjadi sibuk dengan beberapa jenius. Dulu, waktu kuliah, entah bagaimana, takdir mempertemukan kami (saya dan beberapa kawan) dengan seorang jenius. Dari sebuah rencana mroyek kecil-kecilan menjadi segerombolan teman abring-abringan. Ada-ada saja ide yang hendak dikerjakan jenius itu. Dari mulai CD interaktif, e-book kesehatan, majalah, pakan ikan, sistem informasi, acara siaran di TV, outbound, event organizier, pelatihan dan buanyakkkkk lagi.. lupa… more…

Category: Langkah  One Comment

16 – 16

16 November ini si cantik 16 bulan. Seperti biasa, mba menanti ibu shalat subuh sambil duduk di ujung kasur tanpa dipan, terkadang  mba turun mendekat ibu, dan main cilukba di mukena ibu, terkadang pula ibu harus membopong-turunkan mba sembari berdiri rukuk sujud, terkadang ibu jadi mundur-mundur posisinya karena mba sholat di depan ibu, atau terkadang dengan posisi darurat yang musykil, ibu harus melanjutkan rakaat berikutnya dengan duduk dan memegangi mba.

Pagi ini setelah ibu selesai shalat, ujug-ujug mba menyenandungkan salah satu lagu yang ibu mainkan
ki ki ki ada spedah
kudapat dari aabbah
karna rajin bekerja

masyaAllah.. nak cantik sudah bisa tiga kalimat, Alhamdulillah.. sekarang kalau bernyanyi lagu yang ibu ajarkan mulai terdengar utuh lagunya..
baris kedua lagu itu dilewatkan.. selalu begitu.. setiap lagu ada saja kata atau kalimat yang dilewatkannya :D
Ketika 14 bulan, mba bisa mengikuti akhiran-akhiran lagunya saja
sebulan kemudian satu kata yang bisa diikuti, dan sekarang mba mulai bisa mengikuti kalimat-kalimat lagu.. Allah ilhamkan banyak hal pada bayi-bayi  mungil para bunda…masyaAllah..

Di 16 sasi ini, mba tergolong ‘terlambat’ berjalan seperti kata orang-orang. Alhamdulillah ibu lihat ada kemajuan pesat, sudah mulai berani melangkah empat, enam, atau delapan langkah. Dengan masih kelihatan takut-takutnya, sekaligus girangnya bukan main kalau berhasil langkah, bertepuk tangan, dan minta disoraki ditepukin tangan sama yang lain. Anak abah teh.. he…

Ibu sering menstimulasinya, dengan mendorong kursi, pake kain samping, dituntun-tuntun ke jalan. Tapi ibu juga menyadari ibu kurang menstimulasi dari dulu, dulu mba lebih sering digendong. Ibu juga  melihat upaya mba yang jatuh bangun belajar jalan, mengharukan memang..kayak filem he..:D Tapi mba masih juga belum terlihat berjalan dengan lincah. Ibu dulu bisa jalan juga terbilang terlambat, 20 bulan, abahnya juga terbilang terlambat, 18 bulan. Jadi si cantik memperbaiki rekorlah, 16 bulan dah melangkah dikit-dikit :D

Maka itu, suatu hari sesudah sore yang menguras emosi lagi melelahkan, seorang kolega lama ibu yang sudah empat tahun tak jumpa menyapa di YM.
Asw. Anaknya dah gedhe ya berapa bulan
Alaykumussalam.wr.wb. Alhamdulillah, 15 bulan
Dah bisa jalan dong..
lagi proses kayaknya..
wah kok bisa, anakku aja yg pertama 9 bulan dah jalan, yang kedua 10 bulan dah jalan..
tiap anak unik, ga bisa disama2kan, nanti malah terjebak  mengkompetisikan anak..
periksakan ke dokter tuh, kasian anakmu, kurang perhatian yah, kamu sih sibuk aja..anakmu ga keurus
emang abang tau kesibukanku sehari-hari bagaimana, anakku diasuh siapa
kalau ga punya basis pengetahuan yang lengkap akan seseorang, sesuatu, jangan suka mengambil kesimpulan sendiri, iya kalau benar, kalau salah…
siapa yang nuduh, marah ya..
jadi seorang ibu itu non stop working time, ga ada libur, miskin apresiasi pulak
coba saja kalimat yang sama, sampaikan ke istri abang, marah ga dia. Udahlah waktunya tidak tepat, lain kali saja kalau sudah tenang. Assalamu’alaykum..

he..he.. si abang ini kasian juga.. ga tau serius ga tau bercanda.. kalau bercanda juga waktunya ga tepat, tapi juga menurut ibu becandaan yang amat tidak lucu. Padahal kalau ibu ingat-ingat, abang nie orang yang mudah ketawa dan paling waras diantara sekian orang ‘ajaib’ di institusi pemerintah yang ngurusi Pemilu, tempat ibu kerja rodi dulu :D

Hanya saja… hati ibu sempat miris, mengingat jatuh bangunnya ibu ngasuh si cantik, dan jatuh bangunnya si cantik belajar berjalan. Atau mungkin saja.. ini mah yang teriritasi adalah bagian ketidakikhlasan ibu dalam mengasuh anak.. mungkin yang itu.. astaghfirullahaladziiimm…

Category: Tafakur  Tags:  Leave a Comment

Keberadaan

Sejak berjarak dengan abah (secara fisik), ibu berusaha menghadirkan abah bagi mba nana. Demikian pula abah tentu sering kangen dengan si kecil, dan lebih lagi ingin agar tidak dilupakan. Alhamdulillah di jaman ini ada teknologi yang membantu, seperti Skype, Yahoo Messenger, VoIP telepon, sehingga lebih terjangkau untuk kita berkomunikasi lebih intens.

Meskipun dengan kecepatan broadband yang tidak sebanding antara abah dan kita, tetap saja terasa nikmatnya komunikasi, dengan gambar yang pecah-pecah atau suara yang satu arah, atau koneksi yang putus nyambung atau sekedar tulisan. Alhamdulillaah CJJ ada yg memfasilitasi he… Cinta Jarak Jauh tea..

Setiap abah telepon, diraihnya HP, abah..abah. ini nana
atau kalau ibu buka notebook langsung deh dia nongol abah..abah..ini nana pokoknya didalam notebook ada abah deh
ada potret dibilang abah ibu nana… (ini mah dulu diajarin abahnya)
eh kemarin ke rumah mbah di Batu, ada potret pernikahan ujug-ujug dia nyeletuk abah bu..abah bu..
Pokoknya abah itu di dalam HP, notebook, dan potret. Apakah abah yg diingatnya yg suka main-main godain? Entah.

MasyaAllah ibu dan abah suka takjub dan bertanya, masih ingat mba sama abah gitu?
Allahu’alam. Yang jelas konsep abah itu ada bagi mba nana. Dalam keseharian, ibu senantiasa menghadirkan abah di sekitar mba nana. Hal-hal kecil saja. Misalnya setelah mandi, abah.. ini mba habis mandi. Atau makan, Abah ini mba mamamnya pintar. Atau kalau mba mempertontonkan kebisaannya, abah ini mba pintar. Atau, abah ini anak abah lagi marah-marah. Atau, ibu bilangin abah hayo kalau marah-marah aja. Atau, abah ini mba nana mau bobo. Atau, abah mba nana udah bisa nyanyi my way dll..

Dengan sering dihadirkan, sosok abah yang ‘invisible’ bagi anak satu tahunan, ternyata keberadaannya bisa terkonsepkan. Ibu yakin, jika abah tak sering disebut, maka dengan mudah (dalam hitungan hari) akan hilang dari pikiran mba nana. Bagaimana ibu? Sudahkan Allah hadir dan eksis bagi mba nana?

=====

Sejatinya begitu banyak fasilitas untuk menghadirkan Allah, begitu melimpah tanda-tanda untuk menunjukkan eksistensi-Nya.

Category: Tafakur  Leave a Comment

Mengambil yang Paling Baik

Perempuan itu datang mengadu pada Rasulullah, berharap sangat agar Rasulullah mendoakannya, doa yang tak akan pernah tertolak langit. Penyakit ayan telah lama menyiksanya. Ingin agar Rasulullah berdoa bagi kesembuhannya. Laki-laki paling mulia itu menawarinya pilihan, disembuhkan dari sakitnya, ataukah bersabar dengan penyakitnya dan syurga menantinya. Perempuan itu memilih yang kedua, dengan permintaan agar Rasulullah mendoakan, jika penyakitnya sedang kambuh tidak sampai auratnya terbuka.

Miera baru saja melahirkan anak keempatnya. Parem kocok membalur dahinya, didekatinya suaminya Asrul yang tengah duduk di bale-bale bambu depan rumah, yang sekaligus tempat menerima tamu. Ah suaminya itu lelaki yang pantang menghiba, meski hidup kembang kempis berkesusahan.
“Mira, bertambah lagi satu anak kita, artinya bertambah lagi yang harus abang kasih makan.”
“Abang menyesal?”
“Ah, tidak abang tidak menyesal,” Asrul tertawa.
“Sudahlah Bang, tidak perlu lagi ada pembicaraan uang di rumah ini, karena memang tidak ada uang di rumah ini. Kita bicarakan saja Allah, karena hanya Itu yang kita punya…”

Panas kuping Rani mendengar omelan tetangganya. Jilbab lebarnya selalu dikomentari. Bajunya yang tak ikut fashion juga jadi sasaran. Belum lagi anak-anaknya yang dibilang tak terurus, ketinggalan jaman tidak gaul. Inginnya menjawab saja kalau tetangganya itu sedang ngomel. Rani sering hanya berlalu sambil mengemas senyum (sedikit kecut) tapi tetap manis, “he.he.. gitu ya…” jawaban andalannya itu.

Rasyid benar-benar sudah tidak tahan dengan kelakuan teman-teman kantornya. Para auditor pajak itu telah benar-benar menghancurkan pertahanan terakhir moralnya. Dia muak.. dia gugat kali ini sahabat terdekatnya, yang selama ini paling dia percaya. “Ah Rasyid.. kamu jangan sok suci, iya benar kamu memang tidak pernah terima bagian dari kita, tapi apa kamu ingat amplop-amplop yang kuberikan untuk anakmu itu kalau aku kerumahmu. Kamu kira itu apa, uangku? ah tidak, meskipun tidak besar sama saja itu uang seperti yang lain..”
Kecut hati Rasyid, apalagi yang bisa dia banggakan kalau sudah seperti ini. Amplop itu dikira pemberian sahabatnya untuk anaknya. Maka diserahkan saja kepada istrinya, kali-kali saja ada kebutuhan yang diperlukan. Rasyid merasa dijebak, dan terjebak! Sesampai di rumah ditumpahruahkan hatinya yang berkeping-keping itu kepada istrinya. Tak disangka istrinya yang qonaah menyimpan utuh amplop-amplop itu. Esoknya Rasyid lemparkan ke hadapan sahabatnya.

====
Seringnya, kalau ada yang ngomong sinis ke kita, inginnya kita sinisin balik. Kalau ada yang ngomong tinggi, inginnya ditangkis balik. Kalau ada yang menyindir, inginnya disindir balik. Kalau ada yang nantangin, kenapa tidak dijabanin. Kalau ada yang menyinggung, darah naik ke ubun-ubun, kenapa tidak dibuat perhitungan. Kalau ada yang menampar pipi kiri, kenapa tidak ditampar balik. Kalau ada yang menuntut haknya, eh mana dulu dong kewajiban yg harus dia tunaikan. Kalau dia kerjaan ga beres, kenapa tidak segera diomelin. Harus balance dong tentang ini? enak aja, masak gue kena terus. Masak aku yang lebih banyak berkorban? masak aku yang paling menderita? jangan gitu dong..

Astaghfirullahaladhiimm…
Kesabaran itu praktik nyata, bukan basa-basi. Dan akhlak terpuji adalah buah dari (benar) beragama.
Ada.. selalu ada.. orang-orang yang mengambil sikap paling baik. Bukan menang-menangan.

Category: Tafakur  Tags:  Leave a Comment

[Renungan: 15 Ramadhan] Memahami Anak

Be Calm, She is in Development Phase of Emotional etc.

Sejak lahirnya, mba nana menjadi gadis kecil cantik yang kalem, agak penakut, dan penurut. Hmmm.. ny